Beranda / Internasional / Vietnam Kian Dekati Indonesia, PDB per Kapita Diproyeksikan Tumbuh 8,9 Persen

Vietnam Kian Dekati Indonesia, PDB per Kapita Diproyeksikan Tumbuh 8,9 Persen

PROBATAM.CO, Jakarta – Investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) ke Vietnam terus menunjukkan peningkatan. Sepanjang Januari hingga September 2026, arus investasi asing tercatat naik 12 persen secara tahunan menjadi USD 21,1 miliar. Sejumlah perusahaan multinasional, seperti Foxconn asal Taiwan dan Samsung dari Korea Selatan, juga terus memperluas aktivitas produksinya di negara tersebut.

Ekspor Vietnam Menguat, Defisit Perdagangan AS Meningkat

Kinerja ekspor Vietnam turut mencatatkan pertumbuhan signifikan. Dalam sembilan bulan pertama 2026, nilai ekspor negara tersebut meningkat 25 persen secara tahunan hingga mencapai USD 434 miliar.

Pertumbuhan ini didukung oleh aktivitas perusahaan internasional, termasuk Samsung Electronics. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut telah membangun sejumlah fasilitas manufaktur di Vietnam untuk memproduksi telepon pintar dan berbagai produk elektronik lainnya yang ditujukan bagi pasar global.

Besarnya aktivitas perdagangan Vietnam juga tercermin dari data Amerika Serikat (AS). Dalam delapan bulan pertama tahun ini, defisit perdagangan barang AS terhadap Vietnam mencapai USD 160 miliar. Jumlah tersebut bahkan lebih besar dibandingkan defisit perdagangan AS dengan China maupun Meksiko.

Pakar HTN Nilai Jabatan Wapres Gibran Seharusnya Gugur Usai Putusan MK dan MA

Di sisi lain, Indonesia juga telah berhasil menarik investasi dalam jumlah besar, terutama pada industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Meski demikian, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bertahan di kisaran 5 persen per tahun.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah investasi pada sektor tersebut belum mampu menciptakan lapangan pekerjaan dalam jumlah memadai maupun mendorong peningkatan pendapatan rumah tangga secara signifikan. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah turut memberikan tekanan terhadap besaran PDB per kapita Indonesia apabila dihitung menggunakan dolar AS.

Sementara itu, Vietnam memasang target untuk meningkatkan PDB per kapita menjadi USD 8.500 pada 2030. Angka tersebut setara dengan tingkat PDB per kapita Thailand saat ini.

Namun, kondisi ekonomi Thailand menunjukkan perkembangan yang berbeda. Negara tersebut mengalami pertumbuhan yang relatif lambat, dengan pertumbuhan PDB riil hanya sekitar 2 persen per tahun. Tingginya tingkat utang rumah tangga menjadi salah satu faktor yang membatasi aktivitas perekonomian Thailand.

Kendati menunjukkan performa ekonomi yang kuat, target pertumbuhan Vietnam tetap mendapat perhatian hati-hati dari sejumlah lembaga keuangan internasional. Dana Moneter Internasional (IMF) dan Asian Development Bank (ADB), misalnya, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Vietnam pada 2027 berada di kisaran 7,5 persen. Proyeksi tersebut masih berada di bawah target pemerintah Vietnam yang membidik pertumbuhan sebesar 10 persen.

MA Kabulkan Kasasi Subhan, Perintahkan Suket SMA Gibran Ditarik dan Dimusnahkan

Menanggapi prospek tersebut, Fujita menilai Vietnam perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, bukan hanya mengejar pertumbuhan dalam jangka pendek.

Menurut Fujita, pengembangan kualitas sumber daya manusia dan penguasaan teknologi perlu menjadi prioritas yang berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur. Langkah tersebut dinilai penting untuk menopang pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek sekaligus memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang.(lam/kumparan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement