PROBATAM.CO, Pekanbaru– Proses penataan terhadap Jalan Agus Salim masih berlangsung. Penataan kawasan itu berlanjut, Senin (27/12/2021).
Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Muhammad Jamil meninjau langsung penataan kawasan tersebut. Ia memantau penataan oleh aparat gabungan di kawasan tersebut bersama Ketua Tim Terpadu Penertiban, Penataan dan Pembinaan Pasar Agus Salim, Syoffaizal.
Dirinya juga menyempatkan diri berdialog dengan para petugas yang ada di lapangan. Ia ingin memastikan proses penataan kawasan itu berlangsung tanpa kendala.
Jamil dan rombongan juga sempat meninjau titik relokasi bagi para pedagang di Jalan Agus Salim. Satu lokasi yang direncanakan berada di dalam areal Suasana Trade Centre (STC).
Namun kondisinya memprihatinkan sehingga butuh perbaikan. Proses penataan sampah di dalam areal pasar tradisional STC harus dibenahi.
Kebutuhan aliran listrik dan air juga harus jadi perhatian bagi para pedagang yang hendak berjualan di sana. Saat ini baru dua pasar yang bisa menjadi titik relokasi bagi pedagang di sekitar Jalan Agus Salim, Kota Pekanbaru.
Penataan Jalan Agus Salim, Kota Pekanbaru merupakan bagian dalam penataan kawasan di sekitar Sukaramai Trade Centre (STC). Adanya penataan kawasan itu seiring penataan Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Cengkeh dan Jalan Kopi.
“Ini adalah rencana pemerintah kota menata Jalan Agus Salim, kita sudah melakukan sosialisasi,” terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut.
Pemerintah kota sudah membagi waktu penggunaan kawasan itu menjadi tiga zona. Pedagang sayur, ikan dan daging bisa berjualan hingga pukul 08.00 WIB.
Ingot mengatakan bahwa tim memberi waktu bagi pedagang untuk berbenah setiap harinya. Mereka berjualan sesuai waktu yang ditentukan.
Jalan tersebut pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB menjadi sarana jalan raya kendaraan dan pedestrian bagi pejalan kaki. Sedangkan pukul 17.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB bisa menjadi tempat bagi pelaku usaha kreatif.
“Malam dijadikan lokasi kepariwisataan, kuliner, seni dan budaya serta ekonomi kreatif lainnya,” paparnya. (r/iin)




Komentar