PROBATAM.CO, Batam – Perserikatan Bangsa-Bangsa juga mengingatkan potensi eskalasi lebih besar. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres meminta kedua pihak “menahan diri dan menghindari eskalasi lebih lanjut.”
Namun situasi di lapangan menunjukkan sebaliknya. Phnom Penh menuduh Thailand melakukan serangan fajar di beberapa titik, termasuk dekat Kuil Preah Vihear yang menjadi sengketa. Serangan granat di sekitar kawasan warisan dunia itu menewaskan seorang tentara Thailand, sementara tembakan tidak langsung menewaskan seorang lainnya di Surin.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menegaskan militernya tak akan mundur. “Thailand harus berdiri teguh di belakang mereka yang melindungi kedaulatan kami. Kami tidak bisa berhenti sekarang,” ujarnya.
Sementara itu, Angkatan Laut Thailand menyebut Kamboja menggunakan drone untuk memprovokasi pasukan Thailand dan mengklaim telah melancarkan operasi untuk “mengusir” mereka dari wilayah sengketa di Trat.
Sumber : CNBCIndonesia




Komentar