Beranda / Ekonomi / Harga Emas Dunia Anjlok 12%, Perak Rontok 36% Usai Dolar AS Menguat Tajam

Harga Emas Dunia Anjlok 12%, Perak Rontok 36% Usai Dolar AS Menguat Tajam

PROBATAM.CO, Batam – Harga logam mulia mengalami tekanan hebat pada akhir pekan lalu. Emas mencatat penurunan harian terbesar dalam hampir empat dekade, sementara perak membukukan penurunan intraday terdalam sepanjang sejarah. Kondisi ini menjadi pembalikan tajam setelah reli panjang yang sebelumnya mendorong harga logam mulia ke rekor tertinggi.

Mengutip Bloomberg, harga emas dunia turun lebih dari 12 persen hingga merosot di bawah USD 5.000 per ons dalam penurunan intraday terbesar sejak awal tahun 1980-an. Perak anjlok hingga 36 persen, penurunan intraday rekor, karena aksi jual melanda pasar logam yang lebih luas. Tekanan juga dirasakan komoditas lain, seperti tembaga yang turun 3,4 persen di London dan terkoreksi dari level tertinggi yang dicapai sehari sebelumnya.

Secara rinci, harga emas spot (XAU) ditutup di level USD 4.894,23 per troy ounce, turun USD 481,01 atau 8,95 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Harga ini anjlok dari posisi USD 5.375,24 per troy ounce pada perdagangan sebelumnya.

Sepanjang sesi perdagangan, tekanan jual sudah terlihat sejak awal. Harga emas bergerak turun tajam dan hanya sempat mencatat rebound terbatas menjelang penutupan. Secara intraday, emas bahkan sempat menyentuh level terendah di kisaran USD 4.800 per troy ounce sebelum ditutup sedikit lebih tinggi di akhir sesi. Meski begitu, dominasi tekanan jual masih sangat kuat.

Koreksi tajam ini terjadi di tengah volatilitas pasar global, terutama setelah emas sebelumnya berada di dekat level tertinggi dalam 52 minggu terakhir di USD 5.595,47 per troy ounce. Dalam rentang setahun terakhir, harga emas masih bergerak cukup lebar, yakni di kisaran USD 2.772,23 hingga USD 5.595,47 per troy ounce.

Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis

Meski tertekan dalam satu hari perdagangan, secara year to date (YTD) harga emas masih mencatat kenaikan 13,31 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa tren penguatan emas sejak awal tahun sebenarnya masih terjaga.

Di sisi lain, dolar AS justru menguat signifikan. Penguatan ini didorong oleh aksi jual pada mata uang berbasis komoditas, termasuk dolar Australia dan krona Swedia, yang ikut menekan harga aset berdenominasi dolar seperti emas dan perak.

Sumber : KUMPARAN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement