Beranda / Kuansing / Hadiri Panen Raya Pepaya, Bupati Ajak Petani Ubah Paradigma Lama

Hadiri Panen Raya Pepaya, Bupati Ajak Petani Ubah Paradigma Lama

Bupati Kuansing memetik pepaya pada panen raya di Simpang Raya. foto: probatam/hdr

PROBATAM.CO, Teluk Kuantan – Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) H. Mursini, hadiri panen raya pepaya bersama kelompok tani Rukun Sentosa, Desa Simpang Raya, Kecamatan Singingi Hilir.

Panen perdana ditandai dengan pemetikan buah oleh Bupati Kuansing disaksikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kuantan Singingi, Emerson, Kamis (28/11).

Orang nomor satu di Kabupaten Kuantan Singingi ini saat berkunjung menyambut positif upaya Rukun Sentosa mengembangkan tanaman pepaya jenis varietas california.

“Ini sangat bermanfaat untuk mendapatkan penghasilan yang tinggi karena  pepaya yang dibudidayakan merupakan jenis unggul yang nilai jualnya mahal,”kata Mursini.

Mursini berharap agar budidaya  penanaman pepaya tersebut terus dikembangkan di masa- masa mendatang.

Asian Boxing U-19 & U-23 Championships 2026 Sukses Digelar, Indonesia Tegaskan Kebangkitan Prestasi Tinju

Menurutnya, petani era sekarang sudah waktunya mengubah paradigma pikiran lama. Kalau pada zaman dulu petani hanya berpikir sederhana misalnya menanam pepaya berbuah pepaya.

Bupati Kuansing memeriksa buah pepaya yang akan disantapnya. foto: probatam/hdr

“Namun untuk saat ini paradigma itu harus diubah tidak lagi menanam pepaya berbuah pepaya.Melainkan menanam pepaya harus berbuah uang,” ujarnya.

Filosofi itu artinya, sambung Mursini, petani  mesti  berpikir produktif, dalam bercocok tanam selektif memilih jenis tanaman pertanian bibit unggul  yang prospeknya  cerah seperti pepaya  varietas california guna menghasilkan uang.

“Dengan mengembangkan pola berpikir kreatif, inovatif dan produktif, petani tahu persis komoditas apa yang ditanam dan kapan harus menanam supaya pada saat panen mudah dijual dan harganya mahal,”jelasnya.

Kesalahan yang acap kali dilakukan pada umumnya kurang memperhatikan jenis tanamam dan waktu penanaman. Saat panen jumlahnya  melimpah otomatis  harganya murah  sehingga merugi. (hdr)

Kepala BP Batam Paparkan Kinerja 2025: Investasi Lampaui Target, Optimis Raih WTP Ke-10

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement