PROBATAM.CO, Batam – Panggung Malam Penutupan Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026 kembali menghadirkan sajian yang memadukan tradisi dan inovasi. Budayawan, penyair, sekaligus guru pakar Bahasa Melayu asal Singapura, CG Karmin Abbas, tampil membawakan pertunjukan bertajuk “Hikayat Jenaka Melayu – POV Baharu”, sebuah karya yang menghidupkan kembali sastra klasik Melayu melalui pendekatan kreatif dan interaktif.
Penampilan CG Karmin menjadi salah satu sajian yang mencuri perhatian penonton. Dengan balutan busana bernuansa hitam yang dipadukan tanjak Melayu, ia mendendangkan hikayat menggunakan gaya Tok Selampit, diselingi dialog langsung bersama tokoh-tokoh dalam cerita rakyat Melayu. Pendekatan tersebut membuat penonton tidak hanya menyaksikan sebuah pertunjukan, tetapi juga diajak berinteraksi dan memahami pesan moral yang terkandung dalam hikayat.
Suasana panggung semakin hidup melalui iringan musik tradisional Melayu yang dimainkan dengan harmonis menggunakan biola, akordeon, serta rebana. Dukungan visual pada layar LED turut memperkuat alur cerita sehingga pementasan terasa lebih segar, komunikatif, dan dekat dengan berbagai kalangan, khususnya generasi muda.
CG Karmin Abbas dikenal sebagai budayawan yang aktif mengembangkan sastra Melayu di Singapura. Ia merupakan pengasas Pantun Kelok, sebuah gerakan literasi yang mengangkat nilai-nilai budaya Melayu melalui pantun, hikayat, dan karya sastra. Selain aktif berkarya, ia juga kerap menjadi pembicara dalam forum kebudayaan dan akademik di tingkat regional.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan kehadiran CG Karmin Abbas menunjukkan bahwa warisan sastra Melayu dapat terus berkembang mengikuti perubahan zaman.
“Beliau menghadirkan pertunjukan yang memperlihatkan bagaimana hikayat Melayu dapat dikemas secara kreatif tanpa kehilangan nilai-nilai tradisinya. Inilah semangat yang ingin terus kita dorong melalui Kenduri Seni Melayu, yaitu melestarikan budaya sekaligus menghadirkannya dalam bentuk yang relevan bagi generasi masa kini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Batam, Samson Rambah Pasir, menilai pertunjukan tersebut menjadi contoh bagaimana sastra lisan dapat dipadukan dengan teknologi dan seni pertunjukan modern.
“Hikayat yang selama ini identik dengan cerita klasik berhasil dihidupkan kembali melalui pendekatan yang komunikatif, interaktif, dan menarik. Ini menjadi inspirasi bahwa pelestarian budaya tidak selalu harus dilakukan dengan cara-cara konvensional, tetapi juga dapat mengikuti perkembangan kreativitas dan teknologi,” katanya.
Penampilan CG Karmin Abbas menjadi salah satu sajian yang memperkaya malam penutupan Kenduri Seni Melayu 2026. Melalui “Hikayat Jenaka Melayu – POV Baharu”, ia tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak masyarakat kembali mencintai sastra Melayu sebagai warisan budaya yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat serumpun. (*/hel)





Komentar