Beranda / Karimun / Bayi Penderita Kelenjar Getah Bening Butuh Bantuan Dermawan untuk Operasi di Jakarta

Bayi Penderita Kelenjar Getah Bening Butuh Bantuan Dermawan untuk Operasi di Jakarta

Orang tua dan Bayi mungil usia 5 bulan butuh uluran tangan untuk operasi getah bening di Jakarta. (photo:probatam/per)

PROBATAM. CO, Karimun – Malang nian nasib, seorang bocah perempuan, Fatiah Santika berusia lima bulan di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau ini, menderita penyakit Higroma Kistik (Cystic Hygroma) atau yang biasa disebut kelenjar getah bening.

Penyakit yang dialaminya bayi ini ternyata sudah ada sejak ia masih di dalam kandungan seorang wanita bernama Farida (33). Anak mungil yang merupakan anak keempat dari pasangan Teguh Kadafi (41) dan Farida (33) tinggal Jaya di Kampung Banjar RT 003 RW 004, Kelurahan Parit Benut, Kecamatan Meral, tampak harus menahan beban berat akibat kelenjar getah bening yang bersarang di leher bagian kirinya itu.

“Memang pada saat didalam kandungan saya yang ketujuh bulan, dokter sudah mengatakan kalau ada kelainan pada anak saya,” kata Farida saat dijumpai PROBATAM.CO, di kediamannya, Kamis (30/1/2020).

Setelah mengetahui ada kelainan pada janinnya itu, Farida menyebutkan bahwa pihak kedokteran menyarankannya untuk segera melakukan operasi untuk mengeluarkan bayi tersebut dalam kandungan. Akan tetapi Farida dan sang suami menolak untung hal tersebut dan lebih memilih untuk mempertahankan bayi tersebut.

“Kami tidak mau anak kami yang saat itu belum cukup bulan untuk diangkat terlebih dahulu, dan kami tetap menunggu sampai melahirkan dan usia anak saya sudah jalan lima bulan,” ucapnya.

Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis

Orang tua dan Bayi mungil usia 5 bulan butuh uluran tangan untuk operasi getah bening di Jakarta. (photo:probatam/per)

Sebelumnya bayi mungil tersebut sempat menjalani operasi di rumah sakit Awal Bros Batam, untuk pengambilan sample. Namun upaya itu hingga saat ini belum bisa membuat kondisi kesehatan bayi yang lahir pada 15 Agustus 2019 itu membaik.

“Setelah ambil sampel itu dia sering sesak nafas. Tapi kalau asupan susu baik, buang air juga lancar,” ujar Teguh lirih.

Ia mengatakan, kemudian, pada 20 Januari 2020 lalu, kondisi kesehatan bayi Fatiah menurun sehingga pihak keluarga membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Muhammad Sani Karimun, untuk mendapat penanganan medis.

“Jadi Pasien sempat dirawat di lantai 3 kamar 307. Tapi beberapa hari setelah itu pasien pulang, kita sarankan untuk di rujuk ke Jakarta,”ungkap Kasi Pusat Layanan Informasi RSUD H. Muhammad Sani saat ditemui baru-baru ini.

Saat ini, untuk memenuhi perobatan bayi Fatiah pihak keluarga mengandalkan BPJS Mandiri. Kendati demikian, untuk memenuhi biaya operasi di Jakarta pihak keluarga masih memerlukan biaya yang tidak sedikit jumlahnya.

Tim Terpadu Kota Batam Tertibkan Bangunan Ilegal di Kurahan Sei Binti

Pihak keluarga berencana akan merujuk bayi Fatiah menuju rumah sakit di Ibu kota, Jakarta. Hal itu dilakukan lantaran masih menunggu adanya biaya untuk perobatan.

“Rencana bulan Februari ini kita bawa ke Jakarta. Kita masih menunggu biaya,”ungkap Teguh.

Jika anda tergerak untuk menyisihkan sebagian rezeki silahkan hubungi Teguh Kadafi (Ayah bayi Fatiah) di nomor Ponsel 08126124187.

Teguh menyebutkan bahwa besar harapan mereka untuk kesembuhan sang anak yang masih sangat kecil itu. (per)

Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement