- Ada Tampuak dan Ada Tangkai Alam Minang Kabau
PROBATAM.CO, Payakumbuh – Penuhi undangan, Keluarga Besar Suku Piliang Alam Minang Kabau (KBSP AM) Provinsi Riau mengirim perwakilan untuk menghadiri Acara Halal Bihalal KBSP AM 50 Kota.
Bendahara Umum KBSP AM Provinsi Riau Sri Nofrita, SH yang hadir pada kesempatan ini mewakili Ketua Umum KBSP AM Riau Sondia Warman dan pengurus KBSP AM Riau yang berhalangan karena ada kegiatan.
Halal bihalal KBSP AM 50 Kota dilaksanakan di Aula Dangau Pitossa, Sarasah Bunta, Jorong Lubuak, Limpato, Nagari Tarantang, Kecamatan Harau, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat, Minggu (29/5/2022).
Tidak hanya perwakilan dari KBSP AM Provinsi Riau yang turut hadir di acara halal bihalal itu. Perwakilan KBSP AM Bengkalis dan KBSP AM Kota Pekanbaru juga ikut meramaikan acara tersebut.

“Pertama kami minta maaf karena Ketua Umum KBSP AM Riau, tidak bisa hadir karena ada kegiatan. Diwakili oleh saya Bendahara Umum KBSP AM Riau, dan ada juga perwakilan KBSP AM Bengkalis dan KBSP AM Pekanbaru,” ucap Sri Nofrita yang berkesempatan berpidato ke depan.
Sejumlah niniak mamak suku piliang dari luak nan tigo di minang kabau, yakni: luak nan tuo, agam dan 50 kota tampak berkumpul bersilaturahmi di acara halal bihalal gabungan membaur dengan anak kemenakan dari berbagi daerah dari Sumbar dan Riau.
Selain Ketua KBSP AM 50 Kota Masril, hadir bersama membaur dilokasi acara Ketua KBSP AM Kota Padang Agusmen dan Ketua KBSP AM Luak Nan Tuo,Ismet Khatik Intan Ameh.
Tak kalah istimewa pada acara ini hadir para datuk/niniak mamak suku piliang dari berbagai daerah, diantaranya; Irsal Veri Idrus Dt. Lelo Sempono, Nisdianto Dt. Majo Indo, H. Yusmar Larif Dt. Maja Lelo dari Lima Kaum dan Agusmen Dt. Malin Ameh dari Padang.
Serta Zulkarnain Dt Marajo Basa, sebagai Tangkai Alam Minangkabau. Sedangkan Suayan Dt. Indo Marajo sebagai Penasehat KBSP AM 50 Kota tidak hadir, karena sedang ada acara di luar kota, Yogyakarta.
“Saya ikut mengundang acara kita, tapi maaf saya tidak sempat hadir karena sedang ada acara di Yogyakarta, ” ujar Suayan Dt. Indo Marajo dari balik telepon saat dihubungi wartawan media ini, Minggu (29/5/2022) malam.
Dalam acara halal bihalal tersebut, Bendahara Umum KBSP AM Riau, Sri Nofrita dalam silaturahminya dengan para datuk-datuk yang hadir tersebut untuk kemajuan dan kebaikan serta mamfaat KBSP AM kedepannya untuk ditingkatkan.
“Kita sedang berkumpul disini silaturahmi dan halal bihalal. Alhamdulillah acara cukup bagus, ini memang pertama kali kita lakukan. Sebelum-sebelum ini sudah ada juga berkumpul tetapi secara ber luak. Tapi kini gabung dari beberapa kabupaten/kota di Sumbar dan Riau,” kata Irsal Veri Idrus Dt Lelo Sempono kepada Media Ini, Minggu (29/5/2022).
Dt. Lelo Sempono mengatakan, pihaknya mengharapkan kedepan kegiatan-kegiatan seperti ini akan ditingkatkan. “Kita tadi komunikasi dengan bu Sri (Bendahara Umum KBSP AM Riau) yang hadir bersama. Kalau dapat kita (niniak mamak) lakukan nanti pertemuan dengan KBSP AM Riau,” ujarnya.

Ia sampaikan ke Bendahara Umum KBSP Provinsi Riau, jika berkenan undanglah (niniak mamak) kami dari luak nantigo untuk hadir di Riau. Jadi harapannya, agar lembaga KBSP AM untuk lebih bermamfaat bagi semuanya.
“Intinya membeli sirih kegagangan, pinang ke tampuaknya. Menjemput yang tercecer dan menggumpulkan yang terserak itu tujuan awak. Jadi dengan demikian rasa silaturahmi diantara kita badunsanak terwujud. Itu harapan kami,” ungkap Dt. Lelo Semponi, didampingi Dt. Majo Indo, Dt. Maja Lelo dan Dt. Malin Ameh.
Lebih jauh dikatannya, setelah acara HBH di Luak 50 Kota ini, rencananya pd bulan depan di Tanah Datar, pihaknya juga akan berkumpul melakukan acara seperti ini.
” Rencana pada tanggal 26 Juni 2022 yang akan datang, kita melakukan pertemuan seperti ini di Tanah Datar. Insya allah kami nanti akan undang juga KBSP AM Kabupaten/Kota di Sumatera Barat dan Riau,” bebernya.
Ketika diminta tanggapannya, tentang silaturahmi dan halal bihalal yang di adakan KBSP AM 50 Kota ia menjawab.
” Harapanya untuk anak cucu, kita mengharapkan jati diri kita orang minang kabau. Adat bersendi syarak, syarak bersendi Qitabullah, itulah pedoman hidup kita, ini harus sama kita hayati, kita pedomani dan kita amalkan, sehingga nampak kebesaran minang kabau itu balik kembali,” ujarnya.
Menurut Dt. Lelo Sempono, itu adalah identitas orang minang kabau, kembalikan marwah Minang Kabau dan sama diangkat kembali martabat Minang Kabau. Tentunya dimulai dari kaum-kaum dan suku-suku yang ada, apalagi yang tinggal dirantau.
“Sehingga nampak kebesaran minang kabau itu balik. Itu identitas awak, kembalikan marwah Minang Kabau, ini kita angkat balik martabat Minang Kabau. Tentu kita mulai dari kaum-kaum dan suku-suku yang ada, apalagi yang tinggal di rantau,” harapanya.
Lebih lanjut dikatakannya, dimana nilai-nilai adat istiadat ini hidup didada orang Minang Kabau khususnya orang suku Piliang yang ada dimana-manapun di Indonesia, baik dalam dan luar negeri. “Itu harapan kita,” tegasnya.
Sementara Nisdianto Dt. Majo Indo dan senada Yusmar Latif Dt. Majo Lelo menambahkan, untuk diketahui bersama ada ada dua datuk pucuk pimpinan di minang kabau (dari piliang), ada namanya Tampuk Alam Minang Kabau dan Tangkai Alam Minang Kabau.
” Tangkai Alam Minang Kabau yaitu Zulkarnaen Dt Maharajo Basa sedangkan Tampuak Alam Minang Kabau Jufrizal Dt. Bandaro Kayo. Tangkai alam minang kabau hadir disini. Yang kenal di Riau hanya Dt. Bandaro Kayo sebagai Tampuak Alam Minang Kabau, ” bebernya.
Tetapi yang sebenar-benarnya, lanjut dia, menurut Adat Istiadat Minang Kabau itu ada dua orang pucuk pimpinan, yaitu Tampuak Alam Minang Kabau dan Tangkai Alam Minang Kabau.
“Ado Tampuak dan Ado Tangkai Alam Minang Kabau. Tampuaknyo Jufrizal Dt. Bandaro Kayo dan Tangkainyo Zulkarnain Dt Maharajo Basa. Seorang dari Pariangan dan seorang dari Padang Panjang Bawah. Itu yang sebenarnya,” ungkap dia lagi.
Ia berharap agar kedua pucuk pimpinang teesebut, Tangkai dan Tampuak Alam Minang Kabau dapat bersama- sama sejalan dalam kehidupan dan kepemimpinannya.
” Tolong (media, red) dibantu untuk mempersatukan orang dua ini. Satukan orang berdua ini sejalan orang dua ini. Sukunya kedua-duanya (tampuak dan Tangkai alam Minang Kabau bersuku Piliang,” ungkapnya.
Teakhir ia menambahkan, kalau menurut sejarahnya di Minang Kabau, sebelum Dt. Perpatih dan Dt. Ketemenggungan, Dt Bandaro Kayo dan Dt. Maharajo Basa dulu, baru menyebar ke semuanya.
” Dari Dt Bandaro Kayo dan Dt. Maharajo Basa, barulah ada Suku awal Koto Piliang dan Body Chaniago. Baru kemudian keselarasan Koto nan panjang namanya,” ulasnya.
Ditempat yang sama, Bendahara Umum KBSP AM Riau, Sri Nofrita berharap kepada Niniak Mamak untuk kedepannya bisa datang menjenguk anak, cucu dan kemenakan yang ada di provinsu Riau untuk bisa memberi pengetahuan dan pencerahan tentang banyak hal positif.
” Harapan saya ke niniak mamak bisa datang ke Pekanbaru (Riau), diundang untuk bisa mengasih pencerahan tentang bagaimana adat istiadat Minang Kabau. Misalnya bagaimana kita bersikap sebagai bundo, bagaimana sikap mamak ke kemenakannya dan mungkin banyak hal lainnya lagi,” kata Sri Nofrita.
Pihaknya, dalam hal ini meminta pencerahanan dari datuk-datuk/ninik mamak suku Piliang. Ada datuk ini ada datuk itu saya tak hapal kali kita minta kesemuanya yang hadir tadi diundang ke Riau untuk memberi pencerahan tentang Adat Istiadat Minang Kabau dan termasuk sejarah asal usul Suku Piliang.
” Tolong bantu ekpose ya mak, biar tau dunsanak-dunsanak kita di Indonesia, ternyata Datuk Alam Minang Kabau itu ada 2 Orang yang selama ini yang kami tahu hanya 1 orang. Ternyata ada Tampuak Alam Minang Kabau dan ada Tangkai Alam Minang Kabau,” pungkasnya. (sri/hel)




Komentar