Beranda / Berita Utama / Undang Pengelola SPPG, Satgas Citarum Sektor 3 Gelar Sosialisasi Pengolahan Limbah

Undang Pengelola SPPG, Satgas Citarum Sektor 3 Gelar Sosialisasi Pengolahan Limbah

PROBATAM.CO, Kabupaten Bandung – SATGAS Citarum sektor 3 menggelar Sosialisasi bersama SPPG dan Mitra MBG se Kecamatan Baleendah, di Aula Kelurahan Baleendah, Rabu 20 Mei 2026.

Sosialisasi dihadiri langsung Dansatgas Citarum, Kolonel Inf Yanto Kusno, Dansektor 3 Kolonel Arh Dodo Masdori serta 100 pengelola Dapur SPPG.

Disampaikan Dansektor 3 Kolonel Arh Dodo Masdori, bahwa setiap dapur SPPG wajib memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang sesuai dengan standar pemerintah.

“IPAL bukan hanya sebagai formalitas, tetapi tanggung jawab langsung kepada warga masyarakat, jangan sampai dibuang sembarangan ke saluran air di lingkungan,” ujar Dansektor 3.

Kasdam III/Siliwangi Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke-118

Menurut Kolonel Arh Dodo Masdori, Limbah dapur SPPG mengandung banyak minyak, sisa makanan juga sabun.

Kalau dibuang sembarangan, kata Dansektor, yang akan terkena dampak adalah sekolah, posyandu juga warga di wilayah Rancamanyar.

“Saya ingin menekankan, cek dan periksa langsung IPAL setiap hari, catat di logbook, jangan menunggu menjadi bau atau mampet baru diperbaiki,” tandas Dansektor 3.

Kolonel Arh Dodo Masdori menekankan, bahwa setiap dapur SPPD harus mengikuti SOP dan aturan baku mutu pemerintah, karena SPPG itu dapur besar serta masuk dalam kategori usaha yang wajib memiliki dokumen lingkungan.

“Setiap hari harus dipastikan air yang dibuang ke lingkungan PH nya 6-9, tanpa minyak, lemak juga bau busuk, karena apabila ada audit, logbook akan menjadi bukti utama,” ungkapnya.

Komando Taktis di Kantor Desa Puro Jadi Pusat Kendali Program TMMD

Kolonel Arh Dodo Masdori juga meminta kepada seluruh pengelola SPPG di kelurahan Baleendah untuk tidak mengorbankan lingkungan demi target 3000 porsi akibat tekanan produksi tinggi.

“Kalau IPAL jebol, SPPG bisa disegel dan program MBG dihentikan, tolong alokasikan waktu serta orang khusus untuk menjadi operator IPAL, karena itu juga sangat penting,” urainya.

Terakhir, Dansektor 3 mengingatkan para pengelola SPPG untuk tranparansi apabila ada kebocoran, overflow, pipa bocor atau hasil uji lab yang tidak lolos.

“Segera laporkan kepada instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup, jangan ditutup tutupi yang akhirnya menjadi besar, karena MBG sehat untuk anak, IPAL sehat untuk warga, jangan biarkan limbah kami jadi beban orang lain,” imbuh Kolonel Arh Dodo Masdori. Pb/Rie

Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bandung Gelar Lomba Melukis Tong Sampah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement