PROBATAM.CO, BATAM-Politeknik Negeri Batam (Polibatam) menerima kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, Kamis (6/11/2025).
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda penyerapan aspirasi sekaligus forum dialog bersama pemangku kepentingan pendidikan di Provinsi Kepulauan Riau.
Pertemuan yang berlangsung di Lantai 9 Ruang 92A Gedung Muhammad Nasir Polibatam tersebut juga dihadiri oleh perwakilan LLDikti Wilayah XVII (Kepri), pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta, politeknik, sekolah tinggi, serta para perwakilan kampus-kampus se-Kepulauan Riau.

Hadir pula asosiasi dosen dan pemangku kepentingan lainnya yang turut memberikan pandangan strategis terkait penguatan pendidikan nasional.
Dalam dialog, salah satu isu utama yang mengemuka adalah penegasan alokasi anggaran pendidikan 20 persen sesuai amanat konstitusi. Lalu Hadrian menegaskan bahwa ketentuan tersebut perlu ditulis secara eksplisit dalam RUU agar tidak menimbulkan multitafsir dan memastikan penggunaan anggaran benar-benar berdampak pada peningkatan mutu layanan pendidikan.
“Banyak aspirasi yang disampaikan, khususnya agar alokasi anggaran pendidikan 20 persen harus tertulis dengan jelas dan tidak multitafsir. Penegasan ini sangat penting agar kebijakan tersebut benar-benar efektif dan memberi dampak nyata bagi mutu pendidikan nasional,” ujarnya.

Menurutnya, masukan yang diterima dari Kepri akan menjadi bahan penting penyempurnaan RUU Sisdiknas agar regulasi yang dihasilkan bersifat futuristik, adaptif, inklusif, serta mampu menjawab tantangan pendidikan di era mendatang.
Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Batam, Bambang Hendrawan, menyampaikan apresiasi atas ruang dialog yang diberikan kepada Polibatam dan perguruan tinggi lainnya.
“Kami sangat mengapresiasi forum ini. Harapannya, penyusunan Sisdiknas dapat semakin komprehensif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan, khususnya vokasi. Kami juga berharap model pendidikan tinggi ke depan tidak hanya berorientasi akademik, tetapi memberi ruang lebih luas bagi pendidikan vokasi berbasis sains terapan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya fleksibilitas dalam implementasi anggaran pendidikan.
“Anggaran pendidikan perlu diberikan keleluasaan sesuai kebutuhan dan karakter wilayah, sehingga tidak sepenuhnya diseragamkan secara nasional,” tutupnya.
Kunjungan diakhiri dengan pertukaran cendera mata dan sesi foto bersama. (*/hel)




Komentar