Beranda / Peristiwa / Kapolda Sumbar: Kami Akan Menjaga Gelar Adat dengan Penuh Rasa Tanggungjawab dan Menjaga Marwah

Kapolda Sumbar: Kami Akan Menjaga Gelar Adat dengan Penuh Rasa Tanggungjawab dan Menjaga Marwah

*Prosesi Melewakan Gelar Kehormatan Sasongko Adat

PROBATAM.CO, Batusangkar– Hari Jumat, 1 Juli 2022 merupakan hari yang bersejarah didalam tatanan Adat Alam Minangkabau.

Kenapa bersejarah? karena pada hari tersebut bertempat di Istano Basa Rajo Alam Pagaruyung Batusangkar, telah berlangsung prosesi melewakan Gelar Kehormatan Sangsako Adat.

Gelar yang diberikan Jufrizal, SE Angku Datuak Bandaharo Kayo kaum suku Piliang sebagai Tampuak Tangkai Alam Minangkabau kepada Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Teddy Minahasa Putra, SH S.IK MH yang mana telah resmi menyandang gelar “Tuanku Bandaro Alam Sati” dan istri Teddy yakni Ny. Merthy Teddy Minahasa diberi gelar “Puti Sibadayu Alam”

Tampuk Tangkai Alam Minangkabau, Jufrizal Angku Dt. Bandaharo Kayo mengatakan penganugrahan gelar kepada Irjen Pol Teddy Minahasa Putra beserta istri ini merupakan proses lanjutan dari tahapan prosesi penganugrahan gelar secara adat yang telah dilakukan di Rumah Gadang Angku Datuak Bandaharo Kayo di Nagari Tuo Pariangan, Tanah Datar pada tanggal 16 Juli 2022, dua pekan lalu.

Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis

Prosesi melewakan Gelar Kehormatan Sangsako Adat, di Istano Basa Rajo Alam Pagaruyung Batusangkar, Jumat (1/7/2022). (Photo: dok/dt bandaharo kayo)

“Kegiatan yang digelar di Istano Basa Pagaruyung ini dikenal oleh warga masyarakat adat setempat sebagai kegiatan Malewakan Gala yang tujuannya adalah untuk memberitahukan kepada khalayak ramai bahwa sosok Irjen Pol Teddy Minahasa Putra, SH SIK MH

Tuanku Bandaro Alam Sati dan istri telah terjalin ikatan persaudaran atau badunsanak dengan orang Minang, meskipun keduanya bukan berasal dari Minangkabau,” kata Angku Dt. Bandaharo Kayo kepada media ini, Jumat (1/7/2022).

Menurutnya, ada beberapa alasan yang menjadi dasar atas penganugrahan gelar ‘Sangsako’ tersebut kepada Irjen Pol Teddy Minahasa Putra Tuanku Bandaro Alam Sati, antara lainnya adalah karena Kapolda Sumbar dinilai memiliki “Ketegasan, rasa kemanusiaan & persaudaraan yang sangat kuat didalam menghadirkan penegakan hukum di Wilayah Sumatera Barat yang mayoritas masyarakatnya sangat menjunjung tinggi akhlak yang mulia serta spiritualitas yg tinggi terhadap Allah SWT sebagaimana yang telah dituangkan dalam falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’Basandi kitabullah (ABS-SBK).

“Masyarakat Minang yang agamis sangat mengenal ketegasan yang telah ditunjukan oleh Irjen Pol Teddy Minahasa tersebut, beliau dikenal sebagai sosok aparat kepolisian yang tidak mau kompromi dalam memberantas togel, judi, maksiat dan juga penyakit masyarakat lainnya diseluruh wilayah Sumbar,” ungkapnya.

Tim Terpadu Kota Batam Tertibkan Bangunan Ilegal di Kurahan Sei Binti

Jufrizal, SE Angku Datuak Bandaharo Kayo kaum suku Piliang sebagai Tampuak Tangkai Alam Minangkabau, Jumat (1/7/2022). (Photo: dok/dt bandaharo kayo)


 
Lebih lanjut dia mengatakan, ketegasan yang ditunjukan oleh Kapolda Sumbar ini,  juga tidak pandang bulu, dia tidak segan-segan untuk menindak tegas anggota kepolisian diwilayah dipimpinnya, karena jika kedapatan melakukan beking terhadap penyakit masyarakat.

“Selain itu selama menjabat sebagai Kapolda Sumatera Barat hingga saat ini, beliau juga dinilai mampu mendorong kerja keras bagi seluruh jajaran Kepolisian Polda Sumbar, sehingga bisa menorehkan prestasi, yakni tercapainya target Vaksinasi Covid-19 di Wilayah Provinsi Sumbar,” jelasnya.

Tidak itu saja, masih ada beberapa hal yang melekat dalam pribadi sosok Jendral Bintang Dua Emas ini yang memang dinilai memiliki sikap keteladanan sebagai simbol penegak hukum di Sumatera Barat yang dikenal merupakan suatu wilayah yang masih kental  menjalankan tradisi-tradisi dari pada leluhur yang telah diwarisi secara turun temurun yang sampai saat ini masih hidup dan terawat dengan baik dalam kehidupan sehari hari ditengah- tengah masyarakat Minangkabau yang religius.

“Atas dasar itulah Irjen Pol. Teddy Minahasa Putra, SH SIK MH Tuanku Bandaro Alam Sati menyetujui MoU tentang “Restoratif Justice” dengan melibatkan Ninik Mamak LKAAM dalam menindaklanjuti Perpol No 8 Kerjasama Polda dengan LKAAM yang berisikan antara lainnya; Memberi Peran Kepada Ninik Mamak untuk memfasilitasi  penyelesaian kasus hukum yang melibatkan anak kemanakan, terutama kasus tipiring dan tidak pidana umum ringan di lokasi acara,” pungkasnya.

Gubernur Sumatera Barat H. Mahyedi Ansharullah Datuak Marajo, beserta istri, Jumat (1/7/2022). (Photo: istimewa)

Tampak hadir para tetua adat, tokoh masyarakat dan juga para tamu undangan terhormat lainnya yang berada di deretan kursi paling muka.

Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja

Terlihat hadir di acara itu Gubernur Sumatera Barat H. Mahyedi Ansharullah Datuak Marajo, beserta jajaran Forkopimda provinsi Sumatera Barat, Kepala Kejaksaan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi, Danrem, Danlanud, Danlantamal II Padang.

Selain itu, juga tampak hadir Ketua Umum LKAAM Sumbar Letkol Laut Dr. H. Fauzi Bahar, MSi Datuk Nan Sati beserta jajaran pengurus pusat serta para Ketua LKAAM Kota dan Kabupaten se-Sumatera Barat.

Bupati Tanah Datar Eka Putra beserta para bupati dan walikota se Sumatra Barat, Kapolres Tanah datar AKBP Ruly Indra Wijayanto beserta seluruh Kapolres se Sumatra Barat.

Tidak ketinggaln ratusan Rider Harley Davidson Club se Indonesia dari berbagai daerah yang tergabung dalam HDCI, karena Kapolda Irjen pol Teddy Minahasa Putra SH SIK MH Tuanku Bandaro Alam Sati dikenal juga sebagai ketua HDCI.

Masih di deretan para tamu undangan VVIP, juga nampak terlihat sosok Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung Minangkabau DYMM Paduka Seri Baginda Sultan Muchdan Taher Bakrie selaku pemilik gelar Sultan Alam Bagagarsyah.

Ia merupakan generasi Ke-V dari Raja Alam terakhir Kerajaan Pagaruyung Minangkabau Sultan Alam Bagagarsyah, yang hadir didampingi Permaisuri Wawan Setiasih beserta rombongan Rajo Dua Selo, Raja Adat di Buo dan Raja Ibadat Sumpur Kudus. 

“Yang mana pada beberapa waktu yang lalu sekitar tahun 2015 Tampuak Tangkai Alam Minangkabau juga mempunyai peran yang sangat penting didalam menyelesaikan dan menentukan pewaris yang sah didalam kebesaran DAULAT YANG DIPERTUAN RAJA ALAM MINANGKABAU didalam Tatanan Limbago Adat Alam Minangkabau.

Selain itu, acara penganugrahan gelar juga dihadiri oleh para bundo kandung, para pemangku adat, para ulama, para kaum cadiak pandai  di wilayah Sumatra Barat.

Ketua Umum LKAAM Sumbar Letkol Laut Dr. H. Fauzi Bahar, MSi Datuk Nan Sati, Jumat (1/7/2022). (photo: dok/dt bandaharo kayo)

Dalam kata sambutannya, Irjen Pol Teddy Minahasa Putra Tuanku Bandaro Alam Sati menyampaikan rasa terhormat atas penganugrahan gelar kepadanya beserta istri.

“Kami berdua sungguh merasa sangat terhormat dan akan menjaga gelar ini dengan penuh rasa tanggung jawab dan menampilkan diri agar selalu terjaga Marwah sebagai keluarga besar dunsanak dari suku Minangkabau yang sungguh religius, sangat toleransi dan selalu mengedepankan musyawarah dalam mencapai kata mufakat,” ujarnya.

Kapolda Sumbar Serahkan Benda Pusaka

Acara ini juga diselingi dengan penyerahan beberapa benda pusaka dalam bentuk keris, mahkota serta Tombak yang merupakan amanah dari kerajaan Singosari kepada pewaris kerajaan Pagaruyung.

Dalam kesempatan ini, Tampuak Tangkai Alam Minangkabau yakni Jufrizal, SE Angku Datuak Bandaharo Kayo berharap masyarakat  Sumatra Barat sudah sepatutnya bersyukur karena telah diberikan Anugerah mendapatkan Pemimpin- pemimpin terbaik bangsa yang salah satunya adalah Kapolda Sumbar yakni Irjen pol Teddy Minahasa Putra SH S.IK MH Tuanku Bandaro Alam Sati.

Yang mana selama bertugas di provinsi Sumatera kebijakan yang diambil selalu membawa kesejukan, kedamaian, toleransi dan tali silaturahmi.

Sehingga rasa persaudaraan, kemanusiaan selalu dikedepankan didalam penyelesaiankan berbagai kasus yang ditanganinya.

” Hal inilah yang mendasari dari pada tujuan pemberian gelar kehormatan Sangsako Adat kepada beliau. Semoga beliau beserta keluarga besar selalu Sehat Walaafiat dan karir semakin meningkat Sehingga bisa menaungi masyarakat yang lebih luas dengan keaneka ragaman suku/Etnis yang ada di Indonesia,” kata Angku Dt. Bandaharo Kayo.

Dalam kegiatan yang berlangsung meriah dan khikmat tersebut, diselingi acara Penyerahan pusaka dari leluhur kerajaan Singosari Melalui Irjen Pol Teddy Minahasa Putra SH S.IK MH Tuanku Bandaro Alam Sati kepada pewaris kerajaan Pagaruyung.

” Seluruh bahannyo dari emas murni. Bisa dilihat di istano basa Pagaruyung Batusangkar, Sumatera Barat,” ujarnya. (*/iin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement