PROBATAM.CO, Pekanbaru – Pemerintah pusat segera merealisasikan pembangunan jalan tol Pekanbaru ke kota Bangkinang sepanjang 44 kilometer, dengan nilai investasi sebesar Rp 3,5 triliun lebih.
Informasi ini terungkap Kamis (28/11/2019) ketika dilakukannya pemaparan tekhnis pengerjaan proyek tol Trans Sumatera oleh PT Hutama Karya Infrastruktur (HKi) kepada Pemda Kampar di Bangkinang.
Pemaparan dilakukan Kepala Proyek Pembangunan Jalan Tol (BPJT) Ruas Pekanbaru-Bangkinang, Eka Dharma, ST, MT didepan Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto, SH yang diwakilkannya kepada Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Kampar, Azwan Husin Tabano, Staf Ahli Bupati Kampar bidang Perencanaan Pembangunan Daerah Ir.Suhermi, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perhubungan serta beberapa orang camat pada wilayah terdampak.
Data tekhnis yang dipaparkan Eka Dharma, pemilik pekerjaan tol ini adalah PT Hutama Karya dengan masa konstruksi 2 tahun.
“Waktu pengerjaannya ditargetkan 730 hari diluar masa pemeliharaan, atau selesai pada 2022 mendatang,” jelas Eka.
Eka juga memaparkan, item pekerjaan yang bakal mereka lakukan meliputi pematangan lahan/tanah, right pavement, overpass, underpass, box drain, box traffic, box portal, dan box pedestrian.
Pengerjaan ruas ini dimulai dari Kubang kecamatan Siak Hulu menuju exit tol di Desa Sungai Telo, Bangkinang Seberang, melintasi 15 desa lainnya.
Jalur tol Pekanbaru-Bangkinang ini nanti juga terhubung dengan tol Pekanbaru-Rengat sepanjang 205 kilometer, dan ruas tol Pekanbaru-Dumai.
Proses ganti rugi lahan masyarakat ditarget rampung pada Juli 2020.
“Saat ini dalam masa penyiapan lahan. Ganti rugi tanah terdampak dilakukan pihak binamarga sesuai harga pasaran, ” jelas Eka Dharma.
Menanggapi ekspose tekhnis ini, Asisten Ekbang Setda Kampar, Azwan Husin Tabano mengajak 5 camat pada 15 daerah desa terdampak agar mengatur secara baik proses penyiapan ganti rugi lahan warga. Ia berharap juga camat menggandeng kepala desa untuk meyakinkan masyarakat agar proses penyelesaian ganti rugi tanah bisa berlangsung cepat, terarah dan transparan.
“Ini tol pertama di Kampar. Saya optimis keberadaan ruas tol ini mampu memberikan dampak ekonomi lokal, termasuk ketersediaan Infrastruktur wilayah yang qualified,” demikian Azwan Husin Tabano. (ar)




Komentar