Beranda / Peristiwa / Polda Metro Jaya Sampaikan Permohonan Maaf atas Polemik Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI

Polda Metro Jaya Sampaikan Permohonan Maaf atas Polemik Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI

PROBATAM.CO, Jakarta – Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat menyusul polemik kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang berlangsung di depan Pos Polisi Thamrin, kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (29/10).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pihaknya telah menerima berbagai kritik dan tanggapan masyarakat terkait penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menegaskan, seluruh masukan akan menjadi bahan evaluasi bagi institusinya.

“Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi,” ujar Budi dalam keterangannya, dikutip Minggu (1/11).

Budi menjelaskan, deklarasi tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 dengan mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Kegiatan itu turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, serta kreator konten Willie Salim. Menurut Budi, keduanya hadir atas undangan Polda Metro Jaya sebagai pihak penyelenggara.

Hashim Ungkap Pajak Digital Berlaku 9 November 2026, Shopee hingga GoTo Ikut Pungut Pajak

“Saudara Raffi Ahmad dan Saudara Willie Salim datang atas undangan kami selaku penyelenggara. Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda,” jelasnya.

Lebih lanjut, Budi menyatakan bahwa Polda Metro Jaya menghormati berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat. Ia juga memastikan kritik dan saran tersebut akan digunakan sebagai bahan perbaikan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Sumpah Pemuda mengajarkan persatuan, dan nilai itu ingin kami jaga bersama seluruh elemen bangsa. Setiap masukan akan kami jadikan bahan evaluasi agar pelayanan kami terus menjadi lebih baik,” tuturnya.

Sebelumnya, kegiatan deklarasi tersebut menjadi sorotan di media sosial setelah muncul dugaan penggunaan peserta mahasiswa palsu. Perbincangan mengenai acara itu juga tidak terlepas dari waktu penyelenggaraannya yang berlangsung sehari setelah aksi penyampaian aspirasi mahasiswa di lokasi yang sama pada Rabu (28/10).(lam/kumparan)

Dubes Palestina Optimistis Prabowo Tetap Dukung Perjuangan Kemerdekaan Palestina

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement