Beranda / Peristiwa / Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan Siswi SMAN 1 Sentolo oleh Satpam Sekolah

Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan Siswi SMAN 1 Sentolo oleh Satpam Sekolah

PROBATAM.CO, Jakarta – Polisi tengah menyelidiki dugaan pelecehan terhadap siswi SMAN 1 Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang diduga dilakukan oleh seorang oknum satpam sekolah.

Sebelumnya, sejumlah siswa SMAN 1 Sentolo mendatangi ruang Bimbingan Konseling (BK) pada Kamis (17/9). Mereka meminta penjelasan terkait dugaan pelecehan terhadap seorang siswi yang dilakukan oleh oknum satpam. Para siswa juga meminta agar satpam tersebut tidak lagi bekerja di sekolah karena saat itu masih menjalankan tugas.

Peristiwa yang diduga sebagai pelecehan tersebut terjadi pada Agustus lalu dan melibatkan dua siswi kelas 10. Keduanya datang ke sekolah sekitar pukul 16.00 WIB untuk mengambil barang. Karena oknum satpam memegang kunci kelas, ia kemudian mengantar kedua siswi tersebut untuk membuka ruang kelas.

Setelah kedua siswi keluar dari ruangan, salah satu dari mereka diduga dirangkul pada bagian pundak oleh satpam tersebut. Siswi itu kemudian menghindar dan berlari. Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak BK. Setelah dilakukan pemeriksaan, rekaman CCTV sekolah turut menguatkan adanya peristiwa tersebut.

“Ada perangkulan, dia (siswi) menghindar ke bawah terus lari. Nah, itu berawal dari situ,” ujar Waka Kesiswaan SMAN 1 Sentolo, Juhan Wahyudi, saat ditemui pada Kamis (17/9).

Batam International Sea Eagle Boat Race 2026 Kembali Digelar, Pulau Penawar Rindu Semakin Semarak

Pihak sekolah kemudian mengembalikan satpam yang berstatus sebagai pekerja outsourcing tersebut kepada perusahaan penyedia jasa. Pada awalnya, perusahaan menyampaikan bahwa satpam itu tidak akan lagi ditempatkan di SMAN 1 Sentolo mulai 1 Oktober.

Namun, setelah mendapat desakan dari para siswa, pihak sekolah memutuskan untuk mempercepat penonaktifan satpam tersebut tanpa menunggu hingga 1 Oktober.

“Sudah kami kembalikan. Kemudian rencananya memang kami kembalikan penuh. Jadi nanti semoga dinonaktifkan. Tidak menunggu 1 Oktober,” katanya.

Sejumlah siswa juga mengungkapkan bahwa dugaan perilaku serupa sebelumnya pernah dikeluhkan oleh siswa dari angkatan terdahulu. Pihak sekolah membenarkan bahwa mereka pernah menerima keluhan mengenai perilaku oknum satpam tersebut, yang diketahui telah bekerja di sekolah selama sekitar 10 tahun.

Namun, pihak sekolah sebelumnya mengalami kesulitan memperoleh bukti atas keluhan tersebut. Untuk membantu proses pembuktian apabila kejadian serupa kembali terjadi, sekolah kemudian memasang kamera CCTV di sejumlah area sekolah.

Ruang Rawat Inap RS Bhayangkara Makin Nyaman, Kapolda Kepri Resmikan Renovasinya

Kasus ini kemudian menjadi perhatian para siswa setelah pembahasannya menyebar melalui media sosial. Pihak sekolah membantah adanya tindakan intimidasi maupun ancaman terhadap siswa yang menyuarakan persoalan tersebut.

Sekolah juga menjelaskan bahwa tidak semua perkembangan penanganan kasus disampaikan kepada para siswa karena mempertimbangkan kondisi korban.(lam/kumparan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement