PROBATAM.CO, Jakarta – Polda Lampung memperluas wilayah operasi pencarian terhadap delapan orang yang kehilangan kontak ketika melakukan perjalanan laut dari Pantai Carita, Pandeglang, Banten, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda.
Rombongan tersebut terdiri dari lima wartawan dan tiga kru kapal. Mereka menggunakan speedboat untuk mendokumentasikan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Operasi pencarian telah memasuki hari kedua pada Rabu (9/9). Dalam pencarian tersebut, polisi bersama Basarnas Lampung dan sejumlah unsur SAR lainnya menyisir beberapa kawasan perairan, termasuk sekitar Pulau Legundi, Pulau Sebesi, hingga wilayah Gunung Anak Krakatau.
Direktur Polairud Polda Lampung Kombes Pol. Erick Sartani Marbun mengatakan perluasan pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi yang dapat memengaruhi pergerakan di laut, seperti cuaca, arus, serta lokasi terakhir rombongan melakukan komunikasi.
Erick meminta seluruh personel yang terlibat tetap mengutamakan keselamatan selama proses pencarian dan menyampaikan perkembangan operasi secara berkala.
Rombongan tersebut diketahui meninggalkan Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Sekitar 42 menit kemudian, tepatnya pukul 14.42 WIB, salah satu wartawan sempat mengirimkan titik lokasi terakhir mereka.
Namun, komunikasi dengan rombongan kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB. Setelah komunikasi terhenti, keberadaan mereka hingga kini belum diketahui.
Kelima wartawan yang berada dalam rombongan tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang bekerja sebagai jurnalis freelance.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Isawandari Yuyun mengatakan proses pencarian masih dilakukan bersama Basarnas dan berbagai unsur terkait. Personel serta peralatan yang tersedia dikerahkan untuk mendukung operasi SAR.
Pada pencarian hari kedua, Polda Lampung menurunkan personel dari KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang. Selain itu, KP HAYABUSA 3008 milik Ditpolairud Baharkam Polri turut dilibatkan dalam operasi tersebut. Basarnas Lampung juga mengerahkan personelnya untuk membantu pencarian.
Yuni mengatakan operasi saat ini dipusatkan pada upaya menemukan delapan orang yang masih belum diketahui keberadaannya.
Ia menegaskan koordinasi antara kepolisian, Basarnas, dan unsur terkait terus dilakukan. Prioritas utama dalam operasi tersebut adalah menemukan seluruh orang yang masih dalam pencarian dan memberikan pertolongan kepada mereka.





Komentar