PROBATAM.CO, Jakarta – Aldi Taher kini resmi menjadi bagian dari Partai Demokrat. Bergabungnya artis yang pernah dikenal sebagai pesinetron dan presenter itu dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron pada Selasa (8/9).
Aldi bergabung bersama sejumlah tokoh muda lainnya ke partai yang memiliki lambang bintang mercy tersebut. Herman membenarkan kabar itu ketika dikonfirmasi pada Selasa (8/9).
Menurut Herman, Aldi sebenarnya dijadwalkan menghadiri penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrat pada Senin (7/9). Namun, ia tidak dapat hadir karena sedang memiliki agenda di luar kota.
Herman menjelaskan bahwa Aldi saat itu sedang dalam perjalanan menuju Bandung.
Masuknya Aldi ke Demokrat sekaligus menambah panjang perjalanan politiknya dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, ia telah berpindah dan terlibat dengan sejumlah partai politik.
Sempat Bertemu AHY dan Merry Riana
Sebelum resmi menerima KTA Partai Demokrat, tanda-tanda Aldi akan bergabung dengan partai tersebut telah terlihat dalam sebuah pertemuan silaturahmi yang dihadiri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan motivator Merry Riana.
Dalam video yang diunggah melalui akun media sosial Merry Riana, Aldi terlihat menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan Demokrat secara spontan di hadapan AHY.
Aldi bahkan langsung mendeklarasikan dirinya sebagai anggota Demokrat dalam suasana pertemuan yang diwarnai sorakan dan tawa para peserta.
Merry Riana menjelaskan bahwa pertemuan tersebut pada awalnya hanya dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi. Namun, keputusan Aldi untuk bergabung dengan Demokrat disebut memiliki kaitan dengan doa ibunya yang mengagumi AHY.
Menurut Merry, sang ibu sejak lama berharap Aldi dapat bertemu dan belajar dari AHY. Pertemuan tersebut kemudian dianggap menjadi jalan bagi terwujudnya harapan tersebut.
Perjalanan Aldi di Dunia Politik
Bergabungnya Aldi dengan Demokrat membuat daftar partai yang pernah menjadi bagian dari perjalanan politiknya semakin panjang.
Aldi mulai terjun ke politik praktis menjelang Pilkada Serentak 2020. Ketika itu, ia mengikuti proses penjaringan bakal calon Wakil Gubernur Sumatra Barat melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Tidak lama kemudian, Aldi juga dikaitkan dengan rencana pencalonan dalam Pilkada Sulawesi Tengah sebagai pendamping Rusli Baco Dg Palabbi. Namun, kedua rencana tersebut tidak berlanjut hingga tahap pendaftaran di KPU karena Aldi tidak memperoleh dukungan koalisi partai yang diperlukan.
Setelah itu, Aldi bergabung dengan Partai Bulan Bintang (PBB) yang saat itu dipimpin Yusril Ihza Mahendra. Di partai tersebut, ia dipercaya menjadi Ketua DPP Relawan Sahabat Aldi Taher.
Aldi kemudian sempat didaftarkan sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg). Pencalonan tersebut diharapkan dapat menarik dukungan dari pemilih muda, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan harapan.
Perjalanan politik Aldi kembali menjadi perhatian pada Mei 2023 ketika KPU melakukan verifikasi dokumen pendaftaran bacaleg untuk Pemilu 2024. Saat itu, nama Aldi tercatat sebagai bacaleg DPRD DKI Jakarta dari PBB sekaligus muncul sebagai bacaleg DPR RI dari Partai Perindo untuk daerah pemilihan Jawa Barat VII.
Situasi tersebut kemudian ramai diperbincangkan setelah Aldi menjalani wawancara langsung di salah satu televisi nasional. Dalam wawancara itu, ia memberikan sejumlah jawaban yang berbeda dari pernyataan politisi pada umumnya.
Aldi juga menyampaikan keinginannya untuk maju sebagai calon anggota DPR RI. Dengan gaya khasnya, ia meminta masyarakat mendoakan pencalonannya dan mengatakan ingin mengajak masyarakat Indonesia, termasuk anggota dewan, membaca Al-Quran dan membagikan rekamannya.
Pada akhirnya, Aldi menyelesaikan proses pencalonannya melalui Partai Perindo. Namun, perolehan suaranya di daerah pemilihan Jawa Barat VII belum mampu membawanya ke parlemen. Selain itu, Partai Perindo juga tidak berhasil memenuhi ambang batas parlemen sebesar 4 persen.





Komentar