Pro Natuna – Anggota dan ketua Komisi II DPRD Natuna meninjau jembatan sungai Gihong yang putus akibat luapan air pasca hujan deras yang melanda kawasan Ranai, jembatan sungai Gihong terletak di Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur.
Jembatan darurat ini menguhubungkan ruas jalan Pring-menuju lokasi pembangunan Kantor DPRD Natuna yang baru, di Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II, Marzuki, didampingi Wakil Ketua Komisi II, Henry FN (Jack), Sekretaris Komisi II Azi dan Anggota Eryandy.

“Kami mendapatkan laporan dari warga, bahwa jembatan darurat tersebut ambruk,” ujar Marzuki.
Dijelaskannya, ambrolnya jembatan darurat itu, lantaran diterjang oleh arus air sungai yang sangat deras, akibat diguyur hujan beberapa hari.
“Soalnya kan jembatan itu belum dibangun permanen, sifatnya hanya jembatan darurat yang terbuat dari kayu, dan ditimbun dengan tanah sirtu. Sehingga saat hujan deras, tanahnya amblas,” terangnya
Mereka mengaku telah menyampaikan hal ini kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Natuna, melalui Kabid Bina Marga, Marzuki.
“Kebetulan Pak Kabid (Marzuki, red) ikut kemarin,” tukas Marzuki.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) III Natuna itu berharap, Pemerintah Daerah dapat segera mengalokasikan anggaran untuk membangun jembatan tersebut secara permanen.
“Karena jalan ini sering dilalui oleh warga, terutama mereka yang dari Sungai Ulu, dari Bunguran Selatan dan Bunguran Tengah, kalau mau ke Ranai,” pungkasnya. (red)




Komentar