PROBATAM.CO, Jakarta – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Rafli Ridho, menyampaikan permintaan maaf setelah dugaan keracunan dialami ratusan siswa dan santri usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (2/9). Rafli mengaku menyesali kejadian tersebut.
“Mohon maaf ya, saya menyesal,” ujar Rafli saat ditemui di SPPG Kalitengah, Sidoarjo, Rabu (2/9).
Rafli menjelaskan bahwa laporan siswa yang mengalami dugaan keracunan berasal dari satu pondok pesantren dan dua sekolah. Santri yang terdampak berasal dari Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo. Sementara itu, pihak SPPG juga menerima laporan dari SD Kalianget 1 dan SD Kalianget 2 mengenai siswa yang mengalami dugaan keracunan pada Selasa (1/9) malam.
“1 ponpes 2 sekolah. Terakhir ada lima orang dari selain ponpes. Ya laporannya masuknya tadi malam. Setelah konfirmasi pada keracunan,” ucapnya.
Menurut Rafli, proses pengolahan menu MBG di dapur SPPG Kalitengah dimulai sekitar pukul 00.00 WIB. Makanan kemudian didistribusikan ke sejumlah sekolah sekitar pukul 11.00 WIB.
Ia menyebut makanan yang telah dikirim tersebut dapat bertahan selama kurang lebih empat jam sejak waktu pengiriman.
“Seperti biasa, ya jam 00.00 WIB mulai ngolah. (Dikirim) jam 11.00 WIB,” ujarnya.
“(Mampu bertahan) empat (jam),” sambung Rafli.
Terkait dugaan bahwa makanan yang dibagikan telah basi, Rafli mengatakan pihak sekolah sebelumnya telah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi makanan sebelum diberikan kepada para siswa. Pemeriksaan tersebut dilakukan melalui uji organoleptik yang dilakukan oleh penanggung jawab dari pihak sekolah.
“Ya itu, masalahnya kita kan ada berita acara. Di situ kan ada organoleptik. Jadi setiap ke sekolahan itu ada uji yang nantinya itu diicipi oleh PIC pihak sekolah. Nah, setelah saya tanyai, katanya aman, enggak ada masalah di makanan itu. Tapi kenapa kok keracunan lah itu yang saya (bingung),” kata Rafli.
Di sisi lain, Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, mengatakan pihaknya tengah melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan tersebut.
Teguh menyampaikan bahwa operasional SPPG Kalitengah untuk penyaluran MBG telah dihentikan sementara hingga proses investigasi selesai.
“Ya, per kemarin tadi malam kami mendapatkan informasi, kami dari BGN Provinsi serta Korwil Sidoarjo langsung turun ke lapangan. Kami investigasi dan melaporkan ke pimpinan pusat, Bapak Kepala Badan langsung, Pak Sudaryono,” kata Teguh.
Ia menjelaskan penghentian operasional awalnya dilakukan pada Selasa malam. Kemudian, pada Rabu pagi, surat penangguhan atau suspend terhadap dapur SPPG Kalitengah telah diterbitkan. Tim dari pusat juga dijadwalkan datang untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna menentukan tingkat penangguhan tersebut.
“Sementara, awalnya di malam hari itu sudah kita hentikan. Tapi per tadi pagi sudah ada surat suspend untuk dapur ini. Sambil di awal, jadi untuk tim pusat pun akan datang di hari ini juga untuk investigasi lebih lanjut apakah suspend ini ringan atau berat. Ya, sudah tidak beroperasi untuk saat ini,” tambahnya.
Berdasarkan pemeriksaan awal, menu MBG yang dibagikan kepada para siswa pada Selasa (1/9) terdiri dari nasi, telur orak-arik, tumis sayur buncis, serta tempe bumbu Bali.
“Kemarin ada telur orak-arik, nasi, terus tumis sayur buncis, tempe bumbu bali,” ujar Teguh.
Teguh juga membantah informasi yang menyebutkan adanya belatung dalam makanan MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan.
“Itu tidak ada. Tidak benar. Tidak benar yang itu,” tegasnya.(lam/kumparan)





Komentar