Beranda / Ekonomi / Investor Pasar Modal Kepri Tumbuh 50,08%, Tembus 297.128

Investor Pasar Modal Kepri Tumbuh 50,08%, Tembus 297.128

Kepala Kantor Perwakilan BEI Kepulauan Riau Indra Novita menyampaikan perkembangan jumlah investor pasar modal Kepri yang mencapai 297.128 investor hingga akhir September 2026 saat media gathering bersama insan pers di Kepri, Jumat (23/10).

PROBATAM.CO, Batam – Minat masyarakat Kepulauan Riau (Kepri) berinvestasi di pasar modal terus meningkat. Hingga akhir September 2026, jumlah investor di daerah ini mencapai 297.128 orang, bertambah 99.144 investor dibandingkan akhir Januari 2026. Pertumbuhan tersebut mencapai 50,08 persen sejak awal tahun.

Lonjakan itu terjadi ketika pasar saham masih dibayangi ketidakpastian global dan gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Di tengah kondisi tersebut, pertambahan investor menunjukkan partisipasi masyarakat Kepri di pasar modal terus meluas, meski jumlah investor tidak selalu mencerminkan keuntungan yang diperoleh.

“Pertumbuhan investor di Kepri ini menggembirakan. Kami melihat masyarakat semakin tertarik mengenal dan berinvestasi di pasar modal, sejalan dengan pertumbuhan investor secara nasional,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kepulauan Riau, Indra Novita, saat media gathering bersama insan pers di Kepri, Jumat (23/10).

Secara nasional, jumlah investor pasar modal tercatat 20.325.237 investor pada akhir Januari 2026. Angka itu meningkat menjadi 31.021.366 investor pada akhir September, atau bertambah 10.596.129 investor dengan pertumbuhan sekitar 52,62 persen. Indra menyebut jumlah investor nasional bahkan telah menembus 32 juta pada Oktober 2026.

Meski jumlah investor bertambah, perjalanan pasar saham belum sepenuhnya mulus. Indra mengatakan pergerakan IHSG dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari sentimen penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI), kebijakan suku bunga internasional, hingga dinamika sosial dan politik.

Said Abdullah Kritik Keputusan MSCI terhadap BEI: Bukan Lembaga yang Sempurna dan Kebijakannya Bisa Dikritisi

Menurut dia, pernyataan MSCI sempat memicu kepanikan investor pada hari pertama setelah dirilis. Namun, tekanan terhadap IHSG tidak bisa dikaitkan dengan satu faktor saja karena pasar juga merespons perkembangan ekonomi dan kondisi global.

“Pada hari pertama saat MSCI mengeluarkan pernyataan, memang ada kepanikan dari investor. Tetapi, penurunan IHSG bukan hanya disebabkan hal itu, melainkan juga faktor-faktor lain, seperti suku bunga internasional dan kondisi sosial politik,” ujarnya.

Indra menjelaskan, MSCI menjadi salah satu acuan investor domestik maupun asing dalam mengambil keputusan investasi. Karena itu, perubahan sentimen dari penyedia indeks global tersebut dapat memengaruhi pergerakan pasar saham.

Meski demikian, ia melihat pergerakan indeks mulai membaik setelah sempat tertekan. Langkah strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BEI dalam mereformasi pasar modal juga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor.

Di tengah fluktuasi pasar, Indra mengingatkan investor agar tidak hanya terpaku pada pergerakan harga saham dalam jangka pendek. Fundamental dan kinerja perusahaan tetap perlu menjadi pertimbangan sebelum membeli saham.

RI Berisiko Turun dari Emerging Market ke Standalone Market, Ini Langkah Pemerintah

“Bagi investor yang sudah berpengalaman di pasar modal, kondisi seperti ini justru bisa menjadi momentum untuk melihat saham-saham yang memiliki fundamental dan kinerja perusahaan yang baik,” katanya.

Di sisi lain, pertumbuhan jumlah investor perlu diimbangi pemahaman yang memadai mengenai cara berinvestasi dan risiko yang menyertainya. BEI Kepri terus menggandeng media untuk memperluas penyebaran informasi pasar modal sekaligus meningkatkan literasi masyarakat.

Indra mengatakan media gathering menjadi salah satu sarana mempererat sinergi dengan insan pers. Kegiatan tersebut biasanya dilaksanakan satu hingga dua kali dalam setahun agar informasi pasar modal dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran rekan-rekan media yang selalu mendukung kami dalam menyampaikan informasi dan meliterasi masyarakat di Kepulauan Riau terkait pasar modal Indonesia,” ujarnya.

Upaya edukasi itu juga dilanjutkan melalui Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 3–5 November. Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda BEI untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang pasar modal.

Danantara Akan Lepas Lebih dari 100 BUMN kepada Swasta

BEI berharap pertumbuhan investor tidak berhenti pada penambahan jumlah rekening, tetapi diikuti kemampuan masyarakat memahami risiko, menilai informasi, dan mengambil keputusan investasi secara rasional. (*)

Editor: IW

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement