Beranda / Berita Utama / Gaungkan Zero Waste, Renie Rahayu Fauzi: Perubahan Besar Dimulai Dari Kebiasaan Sederhana

Gaungkan Zero Waste, Renie Rahayu Fauzi: Perubahan Besar Dimulai Dari Kebiasaan Sederhana

PROBATAM.CO, Kabupaten Bandung – SEMANGAT menciptakan lingkungan bersih dan budaya Pemerintahan yang lebih peduli terhadap bumi terus digaungkan di Kabupaten Bandung.

Di tengah meningkatnya persoalan sampah yang menjadi perhatian serius berbagai daerah, Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Renie Rahayu Fauzi, mengajak seluruh anggota DPRD beserta fraksi untuk mulai menerapkan strategi Zero Waste (Nol Sampah) dan Zero Food Waste pada tahun 2026.

Ajakan tersebut bukan sekadar slogan seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata lembaga legislatif dalam mendukung program Pemerintah.

Dengan menciptakan budaya ramah lingkungan yang dimulai dari wilayah perkantoran pemerintahan.

Penguatan Pra Launching Layanan Keimigrasi di Banteang, Kakanwil Imigrasi Sulses Tekankan Pelayanan Profesional dan Berintegritas

Menurut Renie, perubahan besar tidak harus selalu diawali langkah besar. Ia menilai, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten justru mampu melahirkan dampak besar terhadap keberlangsungan lingkungan.

Renie menekankan kepada seluruh anggota DPRD agar membawa tempat makan dan tempat minum sendiri atau tumbler.

“Hal itu guna meminimalisir tumpukan sampah anorganik berupa botol plastik maupun plastik bekas pembungkus makanan,” tegas Renie saat menyampaikan himbauannya di lingkungan DPRD Kabupaten Bandung, Senin 11 Mei 2026.

Dirinya menilai, penggunaan botol plastik sekali pakai serta kemasan makanan instan selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar meningkatnya volume sampah anorganik di lingkungan kantor pemerintahan.

Karena itu, DPRD Kabupaten Bandung diharapkan mampu menjadi contoh konkret dalam membangun budaya kerja yang lebih ramah lingkungan.

Sudah Dirasakan Manfaatnya, Akses Jalan Beton Mudahkan Peternak Angkut Pakan

Tak berhenti pada penggunaan tumbler, Renie juga mendorong seluruh ruang Fraksi, Komisi, hingga unsur pimpinan DPRD Kabupaten Bandung untuk menyediakan dispenser dan gelas guna mengurangi penggunaan air minum dalam kemasan sekali pakai.

“Saya juga menghimbau agar seluruh ruangan Fraksi, Komisi, serta unsur pimpinan DPRD Kabupaten Bandung agar menyediakan dispenser beserta gelas guna mengurangi penggunaan air minum dalam kemasan sekali pakai,” ucapnya.

Menurut Renie, langkah sederhana ini merupakan bagian dari komitmen nyata dalam mendukung program Zero Waste dan membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan DPRD Kabupaten Bandung.

Gerakan tersebut, tambahnya, seharusnya tidak hanya berhenti di lingkungan DPRD saja. Ia berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung turut menerapkan pola serupa agar tercipta gerakan kolektif yang berkelanjutan.

Selain menyoroti persoalan sampah plastik, Renie juga memberi perhatian khusus terhadap limbah makanan atau food waste yang kerap terjadi dalam berbagai kegiatan rapat maupun acara seremonial pemerintahan.

Dilatih Langsung TNI, Gelak Tawa Dan Semangat Anak-Anak Warnai Latihan PBB

Ia menilai masih banyak makanan yang terbuang percuma, sementara di sisi lain masih terdapat masyarakat yang membutuhkan.

Karena itu, gerakan Zero Food Waste dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran bahwa makanan bukan sekadar konsumsi, melainkan bentuk rasa syukur yang harus dihargai dan dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Gerakan Zero Food Waste ini bukan hanya tentang mengurangi sisa makanan, tetapi bagaimana kita belajar menghargai rezeki dan membangun kepedulian sosial,” tuturnya.

Renie menegaskan bahwa persoalan sampah kini telah menjadi isu serius yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, bukan hanya pemerintah semata.

Seluruh elemen masyarakat untuk mulai mengubah pola hidup konsumtif menjadi lebih bijak dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Karena, lanjut Renie, menjaga bumi dapat dimulai dari tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari membawa wadah makan sendiri, mengurangi plastik sekali pakai, hingga tidak menyisakan makanan.

“Lingkungan yang bersih bukan diwariskan oleh kata-kata, tetapi oleh kebiasaan dan keteladanan. Jika hari ini kita mampu menghargai makanan, mengurangi sampah, dan menjaga bumi dengan tindakan kecil,” tutup Renie

Ketua DPRD mengingatkan, sesungguhnya kita sedang menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi anak cucu kita nanti. Pb/Rie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement