PROBATAM.CO, Jakarta – Partai Gerindra mencatat tingkat elektabilitas tertinggi dalam survei Indonesia Political Opinion (IPO) terkait pilihan masyarakat terhadap partai politik untuk pemilihan anggota DPR RI apabila pemilu berlangsung saat ini.
Dalam survei tersebut, partai yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto memperoleh dukungan sebesar 23,1 persen. PDI Perjuangan (PDIP) berada di urutan berikutnya dengan 11,6 persen, sementara Partai Golkar mencatat elektabilitas 10,7 persen.
Perolehan tersebut menempatkan Gerindra unggul 11,5 poin persentase atas PDIP. Adapun jarak elektabilitas antara PDIP dan Golkar relatif tipis, yakni 0,9 poin persentase.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menempati posisi selanjutnya dengan dukungan 6,1 persen. Di bawahnya terdapat Partai Demokrat sebesar 5,9 persen dan Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 5,8 persen.
Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memperoleh elektabilitas 4,6 persen, diikuti Partai NasDem sebesar 4,2 persen. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mencatat 2,9 persen, sedangkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meraih 1,6 persen.
Berdasarkan hasil survei IPO, berikut tingkat elektabilitas masing-masing partai politik:
- Partai Gerindra: 23,1 persen
- PDI Perjuangan: 11,6 persen
- Partai Golkar: 10,7 persen
- PKB: 6,1 persen
- Partai Demokrat: 5,9 persen
- PAN: 5,8 persen
- PKS: 4,6 persen
- Partai NasDem: 4,2 persen
- PSI: 2,9 persen
- PPP: 1,6 persen
- Partai Gerakan Rakyat: 0,9 persen
- Partai Gelora: 0,8 persen
- Partai Hanura: 0,2 persen
Adapun Partai Perindo, Partai Ummat, Partai Buruh, Partai Kebangkitan Nasional, dan Partai Garuda sama-sama mencatat elektabilitas 0 persen dalam survei tersebut.
Selain memetakan dukungan terhadap partai politik, survei IPO menunjukkan sebanyak 21,6 persen responden belum menyampaikan pilihan, tidak memberikan jawaban, atau memilih merahasiakan preferensi politiknya.
Survei tersebut dilaksanakan dalam rangka mengevaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
Pengumpulan data dilakukan terhadap 1.200 responden menggunakan metode multistage random sampling. Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan batas kesalahan atau margin of error sebesar ±2,9 persen.(lam/cnnindonesia)





Komentar