PROBATAM.CO, Jakarta – Dua orang yang diduga anggota kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas dalam kontak tembak dengan personel Satgas Rajawali VI Den 1 Koops TNI Habema di Kampung Nonggoloit, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Jumat (23/10).
Baku tembak terjadi ketika personel TNI melakukan patroli untuk menindaklanjuti informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata di sekitar permukiman warga. Dalam kegiatan tersebut, kelompok bersenjata dilaporkan melepaskan tembakan ke arah aparat hingga memicu kontak senjata.
Setelah kondisi dinyatakan aman, petugas menemukan dua orang yang diduga anggota kelompok tersebut dalam keadaan meninggal dunia. Identitas keduanya belum diketahui, sedangkan sejumlah anggota kelompok lainnya dilaporkan melarikan diri dari lokasi kejadian.
Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menyampaikan penyesalan atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa ancaman bersenjata terhadap keselamatan masyarakat dan aparat harus ditangani secara tegas dan profesional.
Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (24/10), Riyanto menyatakan bahwa operasi keamanan yang dilakukan TNI bertujuan memberikan perlindungan agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut.
Ia juga menginstruksikan agar kedua jenazah ditangani secara layak dengan melibatkan pihak berwenang, keluarga, dan tokoh masyarakat setempat. Proses tersebut harus tetap memperhatikan adat istiadat serta ketentuan hukum yang berlaku.
Selain melakukan pengamanan, Koops TNI Habema mengimbau kelompok bersenjata untuk menghentikan aksi kekerasan dan membuka kesempatan kembali ke tengah masyarakat melalui mekanisme dialog dan reintegrasi.
Riyanto menegaskan bahwa kesempatan untuk kembali berkumpul dengan keluarga dan menjalani kehidupan bermasyarakat tetap terbuka bagi mereka yang masih berada di wilayah hutan maupun pegunungan Papua.
Dalam operasi tersebut, personel TNI turut mengamankan sejumlah barang, meliputi dua senapan angin, busur beserta anak panah, senjata tajam, 18 telepon seluler, perangkat komunikasi HT, dokumen, atribut kelompok, serta uang tunai senilai Rp88 juta.
Koops TNI Habema menyatakan akan melanjutkan upaya pengamanan di wilayah Nduga guna menjaga ketertiban masyarakat, mendukung kelancaran pelayanan publik, serta menciptakan kondisi yang menunjang aktivitas sosial dan perekonomian warga.(lam/kumparan)





Komentar