Beranda / Peristiwa / Kaget Bantu Angkat Kardus, Penghuni Kos Tak Menyangka Isinya Jasad Perempuan

Kaget Bantu Angkat Kardus, Penghuni Kos Tak Menyangka Isinya Jasad Perempuan

PROBATAM.CO, Jakarta – Daniel (46), penghuni kos di kawasan Dungus Cariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung, mengaku masih tidak percaya bahwa bantuan sederhana yang diberikannya kepada seorang penghuni kos justru membuatnya mengetahui adanya kasus pembunuhan. Ia semula diminta membantu mengangkat sebuah kardus berat yang disebut berisi besi dan pakaian untuk dikirim ke Lampung. Belakangan diketahui, kardus tersebut ternyata berisi jasad seorang perempuan.

Penghuni kos yang meminta bantuan tersebut diketahui berinisial SDS (31). Daniel mengatakan dirinya sangat terkejut setelah mengetahui isi barang yang sebelumnya ia bantu pindahkan.

“Kaget banget, lah. Syok. Kita niatnya mau bantu, tapi kok malah tiba-tiba isinya jasad,” ujar Daniel saat ditemui di kosannya, Rabu (2/9).

Daniel menceritakan, SDS mendatangi kamarnya sekitar pukul 09.30 WIB ketika kondisi lingkungan kos masih sepi. Saat itu, SDS meminta bantuannya untuk mengangkat sebuah barang.

“Awalnya dia ketuk kamar saya tuh jam 9.30-an pagi lah, saat masih sepi. Dia ketuk minta tolong, ‘Pak, punten, bisa minta tolong angkatin barang?’ katanya,” tutur Daniel.

Granat Kepri Tantang THM Buktikan Deklarasi, Syamsul Paloh: Pasang Spanduk Hingga Test Urine

Ketika ditanya mengenai isi barang tersebut, SDS menyebutnya berupa besi. Daniel pun bersedia membantu dan mengikuti SDS menuju kamar di lantai atas.

“‘Barang apa?’ ‘Besi,’ katanya. ‘Oh ya, hayu.’ Ke atas lah kita (kamar pelaku),” kata Daniel.

Sesampainya di lantai atas, Daniel melihat barang yang telah dibungkus tersebut. Ia kemudian mencoba mengangkatnya, tetapi merasa barang itu sangat berat.

“Pas ke atas, saya udah lihat barangnya. Saya coba angkat, ternyata berat,” ujarnya.

Tiga Orang Tetap Kesulitan Mengangkat Barang

Purbaya Ajak Pengusaha Rokok Ilegal Masuk Jalur Resmi Pemerintah

Karena tidak mampu mengangkat barang tersebut seorang diri, Daniel bersama SDS kemudian meminta bantuan penghuni kos lainnya. Seorang penghuni bernama Ogi akhirnya ikut membantu.

Namun, meski sudah diangkat oleh tiga orang, barang tersebut tetap sulit dipindahkan karena bobotnya cukup berat.

“Kita coba angkat bertiga, masih enggak kuat juga,” kata Daniel.

Daniel kemudian sempat menyarankan agar barang tersebut dibagi menjadi dua atau tiga bagian supaya lebih mudah dibawa. Namun, usulan tersebut ditolak oleh SDS.

“Akhirnya saya bilang, ‘Gimana ini kalau direcah aja, dibagi dua atau dibagi tiga?’ ‘Oh, enggak bisa,’ katanya,” tutur Daniel.

Polisi Ungkap Dua Sketsa Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menewaskan Bambang Setiyawan

Beratnya barang tersebut sempat membuat Daniel merasa curiga. Ia bahkan menduga barang itu mungkin bukan besi dan pakaian seperti yang disebutkan SDS, melainkan karpet.

“Saya tanya, ‘Ini isinya apa? Karpet bukan?’ ‘Bukan,’ katanya, ‘besi dan baju,’ dia bilang gitu,” ujarnya.

Meski merasa ada sesuatu yang janggal, Daniel mengatakan saat itu dirinya belum menduga bahwa barang tersebut berisi jasad manusia. Ia juga tidak mencium bau menyengat. Menurutnya, aroma yang tercium lebih menyerupai bau karpet basah atau benda yang lembap.

“Baunya kayak bau karpet basah enggak kejemur lah. Lembap. Dan enggak ada lalat juga,” katanya.

Karena tidak berhasil mengangkatnya, barang tersebut akhirnya diseret bersama-sama hingga ke bagian bawah tangga. Setelah itu, Ogi kembali ke kamarnya, sedangkan Daniel tetap berada di sekitar lokasi.

Tidak lama kemudian, SDS kembali datang dengan membawa sebuah lori yang biasa digunakan untuk mengangkut galon. Daniel kembali diminta membantu memindahkan barang tersebut ke lori.

“Nggak berapa lama dia datang lagi bawa lori untuk galon. ‘Pak, udah ini.’ ‘Oh ya, hayu.’ Angkut lah ke lori galon itu,” ujar Daniel.

Barang tersebut kemudian ditarik hingga ke dekat gapura atau pinggir jalan yang berada di depan lingkungan kos.

“Langsung digeret ke dekat gapura sini,” katanya.

Setelah membantu memindahkan barang itu, Daniel kembali ke tempat tinggalnya dan tidak mengetahui apa yang terjadi selanjutnya.

Baru Mengetahui Isi Kardus Setelah Didatangi Linmas

Daniel baru mengetahui dugaan isi barang tersebut setelah seorang petugas Linmas mendatangi kamarnya. Petugas tersebut menanyakan mengenai barang yang sebelumnya dibantu Daniel untuk dipindahkan.

Daniel menjelaskan bahwa barang tersebut merupakan milik penghuni kamar di lantai atas. Ia juga menyampaikan bahwa SDS sebelumnya mengatakan barang itu berisi besi dan pakaian.

Namun, jawaban dari petugas Linmas justru membuat Daniel terkejut. Ia diberitahu bahwa barang tersebut diduga berisi jasad.

“Linmas bilang, ‘Kemungkinan itu isinya mayat,’” kata Daniel.

Mendengar hal tersebut, Daniel mengaku langsung syok. Ia sama sekali tidak menyangka bantuan yang diberikannya kepada sesama penghuni kos ternyata berkaitan dengan pemindahan jasad seorang perempuan.

“Kaget banget, lah. Syok, gitu. Ya, kita niatnya mau bantu, ya. Tapi kok malah tiba-tiba isinya jasad,” ujarnya.

Pelaku Tinggal Tiga Tahun dan Dikenal Pendiam

Pengurus kos bernama Andri mengatakan SDS telah tinggal di tempat tersebut selama kurang lebih tiga tahun. Selama berada di kos, SDS tinggal seorang diri.

Menurut Andri, saat pertama kali tinggal di sana, SDS telah menyerahkan identitas serta memberikan informasi mengenai asal daerah dan pekerjaannya kepada pengelola kos.

“Si pelaku mah udah sampai hari ini tuh kurang lebih tiga tahun ngekos di sini. Tiga tahunan lah,” ujar Andri saat ditemui pada Rabu (2/9).

SDS disebut mengaku berasal dari Lampung. Namun, identitas pada KTP yang diberikan kepada pengurus kos tercatat berasal dari Palembang.

Selama tinggal di lingkungan tersebut, SDS dikenal sebagai orang yang pendiam dan tertutup. Ia disebut jarang bergaul maupun berkomunikasi dengan penghuni kos lainnya.

“Orangnya memang pendiam sih, enggak banyak bergaul di sini,” kata Andri.

Hal tersebut juga dibenarkan Daniel. Ia mengaku hampir tidak pernah berbicara dengan SDS selama keduanya tinggal di tempat yang sama.

“Enggak pernah ngobrol. Dia emang tertutup. Sama tetangga yang lain juga memang dia enggak pernah ngobrol,” ujar Daniel.

Menurut Daniel, permintaan bantuan untuk mengangkat barang tersebut merupakan kali pertama sekaligus terakhir dirinya berinteraksi dengan SDS.

“Pertama kali. Betul. Pertama dan terakhir, lah,” katanya.

Andri menuturkan bahwa selama sekitar tiga tahun tinggal di kos, SDS tidak pernah menunjukkan perilaku yang dianggap mencurigakan. Masalah yang pernah terjadi hanya berkaitan dengan pembayaran uang kos yang beberapa kali terlambat.

“Yang lain-lainnya mah enggak ada (masalah), kalem. Kalau ini (ketemu) ketawa, senyum,” tuturnya.

Pelaku Disebut Minta Bantuan Mengangkat Paket ke Lampung

Menurut Andri, permintaan bantuan yang dilakukan SDS pada hari kejadian juga terbilang tidak biasa. Selama ini, SDS dikenal jarang meminta pertolongan kepada penghuni kos lainnya.

“Dia enggak biasanya minta tolong ke rekan-rekan sekosnya. Nah kemarin mah tumben katanya kok minta tolong, minta tolong diangkatin ini itu,” ujar Andri.

Kepada penghuni kos, SDS disebut mengatakan bahwa barang tersebut merupakan paket yang hendak dikirim ke Lampung. Ia menyebut paket itu berisi besi dan pakaian kotor.

“Mau paket katanya ke Lampung. Paket besi sama pakaian kotor. Bilangnya begitu,” kata Andri.

Andri juga melihat adanya perubahan pada sikap SDS saat hari kejadian. Menurutnya, SDS terlihat panik dan terburu-buru.

“Kelihatan panik. Gubrag-gebreg gitu,” ujarnya.

Sebelumnya, polisi mengungkap penemuan jasad perempuan berinisial SM (41) yang ditemukan dalam kondisi terbungkus kardus di wilayah Babakan Ciparay, Kota Bandung.

Polisi kemudian mengamankan seorang terduga pelaku berinisial SDS (31). Penangkapan dilakukan kurang dari enam jam setelah jasad korban ditemukan, ketika SDS sedang dalam perjalanan menuju Kota Palembang.

Kasus tersebut kini masih ditangani oleh Satreskrim Polrestabes Bandung. Polisi masih mendalami motif, hubungan antara korban dan pelaku, serta rangkaian kejadian hingga jasad korban ditemukan di dalam kardus.(lam/kumparan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement