PROBATAM.CO, Batam – Kasus virus Corona pertama di Kota Batam berakhir duka. Pasien pertama berjenis kelamin perempuan yang positif terjangkit Virus Corona (Covid-19) di Kota Batam, meninggal dunia di RSUD Embung Fatimah dan dikebumikan langsung tadi malam.
“Ya, dia meninggal sekira pukul 19.30 WIB dan akan dikuburkan malam ini juga,” kata Didi Kurmarjadi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Minggu (22/3/2020) malam.
Sebelumnya, pada Minggu (15/3/2020) sore, petugas telah mengevakuasi 45 orang di sekitarn rumah pasien yang kontak denngan korban, untuk dikarantina di Rusunawa Tanjung Uncang.
Namun dari informasi yang dihimpun di lapangan, 25 orang diantaranya menolak di evakuasi karena memiliki anak kecil. Konon mereka diisolasi di kediaman masing-masing.

“Kami keberatan kalau 25 orang ini di karantina di rumah, karena kelihatannya tidak ada pengawasan dari petugas medis, kami sebagai warga di sekitar juga kuatir kalau 25 orang ini nantinya malah berpotensi menginfeksi warga lain,” ujar Yanti, salah seorang warga di sekitar lokasi.
Tidak hanya Yanti, warga lainnya di sekitar lokasi juga menyayangkan langkah pemerintah yang terlalu sepele dalam menangani hal tersebut.
“Gimana kalau misalnya diantara 25 orang ini pergi ke pasar atau aktivitas lainnya padahal dia sudah terjangkit virus corona tanpa disadarinya, tolonglah pemerintah kami juga takut jadinya,” jelasnya.
Jika memang dikarantina di rumah, Yanti dan warga lainnya meminta diperhatikan betul ke 25 orang tersebut agar tidak membuat warga lain kuawatir. Warga kuatir yang 25 orang di karantina di rumah itu, bisa menginfeksi warga yang lain karena dinilai pengawasan ke 25 orang tersebut masih lemah. (zel)




Komentar