Beranda / Natuna / Wabub Natuna Temani Anggota DPR-RI Reses ke Natuna

Wabub Natuna Temani Anggota DPR-RI Reses ke Natuna

Probatam, Natuna- Wakil bupati Natuna Hj Dra Hj Ngesti Yuni Suprapti menemani anggota DPR-RI reses di kecamatan Pultibar dan Pulau Tiga. Sejumlah keluhan warga disampaikan dalam ajang ini

Wabup Natuna Hj Ngesti YS dampingi Anggoita DPR-RI reses

” Masih ada infrastruktur dasar masyarakat yang sampai saat ini belum terpenuhi oleh pemerintah, seperti belum tersedianya jaringan listrik 24 jam di Kecamatan Pulau Tiga Barat (Pultibar) dan Pulau Tiga. ” Jelas Ngesti menyampaikan Keluhan Warga. Selasa (04/08)

Menurut Ngesti tidak stabilnya listrik ini berdampak pada pengembangan potensi setempat, terutama pengelolaan sektor perikanan sebagai komoditi utama.

Mendengar keluhan ini anggota DPr-RI asal pemilihan Kepulauan Riau, Ansar Ahmad yang hadir di gedung pertemuan masyarakat desa Tanjung Kumbik Utara kecamatan Pulau Tiga Barat, Selasa (4/8) berjanji untuk mengawal dan menyampaikan kondisi ini agar menjadi perhatian pemerintah pusat

Masyaralat Pulau Tiga Sambut Kunjunga Wabup Natuna dan anggota DPR-RI

“Selain ketersediaan listrik yang belum memadai, infrastuktur jalan lingkar yang menjadi idaman masyarakat Pultibar dan Kecamatan Pulau Tiga hendaknya juga dapat diakomodir melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan menjadi skala prioritas yang harus segera dapat direalisasikan.” Tambah Ngesti.

Sah, Doni Papilius Pimpin SMSI Natuna Masa Bakti 2026-2030

Selain kebutuhan masyarakat Pulau Tiga Ngesti juga berharap prioritas lain dapat terealisasi segera, seperti pembangunan bandar udara sipil yanag direncanakan di bagian utara pulau Bunguran.

Acara Reses anggota DPR-RI di Natuna

Ngest juga berharap program peningkatan jalan penghubung seperti jalan Teluk Buton menuju Kelarik kecamata Bunguran Utara juga terus dilanjutkan hingga selesai.

Masyarakat Kabupaten Natuna sangat berharap sebagai salah satu daerah penghasil Migas bisa menjadi sebuah daerah maju dan sejahtera di perbatasan.

“Dalam setiap kesempatan saya yang tergabung dalam Komisi V DPR-RI terus berusaha memperjuangkan agar Natuna mendapatkan perhatian khusus dalam program pembangunan pemerintah pusat.mengingat Natuna sebagai salah satu wilayah perbatasan NKRI,” Terang Ansar Ahmad.

menurut Ansar sebaga daerah yang memeiliki cadangan gas alam cair mencapai 141,06 Triliun kaki kubik dan segala potensi yang dimiliki, terutama perairan Natuna Utara sewajarnya pemerintah pusat membantu peningkatan pengamanan wilayah.

Hari Ini, Bupati Cen Sui Lan Perkuat Sinergitas dengan PWI Kepri dalam Membangun dan Memajukan Natuna

suasana reses anggota DPR-RI di Pultibar

” Peran pemerintah pusat ini penting karena bukan tidak mungkin kedepan bukan hanya potensi perikanan saja yang sering dicuri oleh pihak asing, bisa jadi umber daya alam yang ada dalam perut bumi Natuna juga akan menjadi incaran negara asing.: Jelas Ansar.

Untuk itu, Ansar sangat berharap pihak satuan tugas pengamanan wilayah kedaulatan NKRI di Natuna ditingkatkan kelasnya.

” Walaupun dilihat dari aspek teknis belum memenuhi syarat, tetapi ditinjau dari aspek stategis, politik, pertahanan dan keamanan sudah selayaknya Provinsi Khusus Natuna bisa diperjuangkan agar terealisasi.” Tambah Ansar.

Terkait usulan pembangunan bandara sipil Ansar jmenjelaskan bahwa saat ini Detail Engineering Design (DED) sedang disusun oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

“Proses pembangunan bandara sipil di Natuna perlu kita dorong, karena bandara merupakan fasilitas prioritas akses penghubung bagi investor untuk berinvestasi pada di daerah, yang akan berdampak pula pada peningkatan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.: terangnya.

Tekankan Keselamatan Berkendara, Jasa Raharja Turut Serta dalam Coffee Morning Polres Natuna

Sebagai wilayah kepulauan, Natuna menurut Ansar hingga saat ini masih melakukan pantauan kecelakaan laut mengunakan radar geologi cuaca yang ada di Kalimantan Barat. Namun pada tahun 2022 mendatang, fasilitas serupa akan dibangun di Natuna dan Tanjungpinang dengan kekuatan pantauan 200 Km.

Camat Pulau Tiga Barat, Idris pada kesempaatn tersebut melaporkan bahwa kecamatan yang dipimpinnya membawahi 4 desa, yakni desa Pulau Tiga, desa Tanjung Kumbik Utara, desa Setumuk dan desa Selading dengan jumlah penduduk 2.032 jiwa.

“Sebagai Kecamatan baru yang diresmikan tahun 2016 lalu, ada beberapa infrastruktur dasar yang belum terealisasi sebagaimana yang diharapkan, diantaranya ketersediaan listrik yang saat ini hanya menyala 14 jam sehari, jalan lingkar dan akses jaringan telekomunikasi yang belum memadai.” Jelas Idris.

Selain itu, untuk mewujudkan pelayanan kepada masyarakat Idris juga menyampaikan bahwa puskesmas Pultibar juga masih memiliki kendala, terutama peralatan kesehatan yang masih perlu ditambah, masyarajat juga membutuhkan Pelabuhan dengan segala fasilitas pendukung yang lebih layak, bagi mewujudkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat dalam beraktivitas. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement