Beranda / Gaya Hidup / Ubi Ungu Makanan Berkelas Santapan Anak Negeri Matahari Terbit

Ubi Ungu Makanan Berkelas Santapan Anak Negeri Matahari Terbit

PROBATAM.CO, Batam – Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas var ayumurasaki) dipandang sebelah mata karena tergolong makanan yang biasa di Indonesia.

Namun, berbeda dengan di negara Singapura. Disana, ubi jalar ungu ini merupakan golongan makanan elit, lagi mahal.

“Di Singapura ubi ungu ini makanan elite dan mahal,” kata seorang WN Singapura yang sekaligus pemilik salah satu perusahaan di Batam, Sabtu (28/12).

Tak hanya di Singapura, ubi jalar ungu ternyata juga menjadi makanan wajib bagi anak sekolah di Negeri Matahari Terbit sebagai menu santap pagi mereka.

Itu diungkap oleh Hikmat, pria asal Cikupa, Tangerang Banten yang mengaku pernah bekerja di perusahaan elektronik di Jepang.

Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis

Kala itu, ia bercerita, di waktu pagi melihat sekumpulan anak-anak tingkat sekolah dasar mengerumuni toko makanan. Menurut dia makanan yang mereka beli rata-rata sama.

“Saya penasaran dengan bungkusan berwarna silver (Almunium foil) yang dikemas dengan rapi, dibeli oleh anak-anak sekolah itu,” kata Hikmat bercerita beberapa waktu silam.

Dengan rasa penasaran, dia akhirnya ikut membeli 2 bungkus makanan tersebut dan kemudian membawanya ke tempat kerja sebagai bekal sarapan pagi.

Di dalam benaknya, Hikmat membayangkan bahwa pagi itu akan menyantap makanan yang sangat istimewa, yang sama sekali belum pernah ia coba sebelumnya.

“Seperti apa enaknya makanan ini, mungkin ini kuliner istimewa negeri Jepang,” kata dia membayangkan sembari bergegas menuju lokasi kerja.

Tim Terpadu Kota Batam Tertibkan Bangunan Ilegal di Kurahan Sei Binti

Setibanya di ruangan kantin tempat bekerja, ia buru-buru mencari tempat duduk. Dia begitu senang. Pelan-pelan dibukanya bungkusan makanan istimewa yang membuatnya penasaran itu.

Setelah melihat isi di dalam bungkusan, Hikmat saat itu mengaku kaget. Dia tak menyangka kalau ternyata bungkusan tersebut berisi penganan ubi jalar ungu.

“Aduh! Aku kira makanan yang langka dan enak, kalau ini banyak di kampung, ngapain jauh-jauh beli disini,” gumam Hikmat dalam hati. (azx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement