Beranda / Kabar Riau / Terancam Lumpuh, Warga Muara Tombang Butuh Uluran Tangan Dermawan

Terancam Lumpuh, Warga Muara Tombang Butuh Uluran Tangan Dermawan

Diki yang terbaring lemah di Desa Muara Tombang, Kecamatan Kuantan Mudik. foto: dya

PROBATAM.CO, Teluk Kuantan – Empat bulan lamanya Diki Rinaldi (23) tergolek tidak berdaya di rumahnya Desa Muara Tombang, Kecamatan Kuantan Mudik.

Beberapa usaha (ikhtiar) dan do’a sudah dilakukan oleh pihak keluarga dengan berbagai pengobatan. Namum kesembuhan belum membuahkan hasil.

Diki Rinaldi merupakan anak pertama pasangan Afrizal dan Marina ini terancam lumpuh. Separuh tubuh bagian bawah seperti tak bisa difungsikan lagi. Ia hanya bisa berbaring siang malam sejak empat bulan terakhir.

Menurut orang tuanya, Afrizal, sebelum Diki mengalami sakit seperti ini, Diki pernah tertimpa dahan kecil saat ia berada di Pekanbaru enam bulan yang lalu. Sejak itu, tubuh Diki melemah, terutama bagian pinggang ke bawah.

“Saat ditimpa dahan kayu itu, Diki sempat pingsan. Nah, dari situlah kakinya tak bisa digerakan. Kami sudah berusaha membawa Diki berobat ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dan RSUD Dharmasraya dengan menggunakan BPJS, namun tidak ada perkembangan,” tutur Afrizal, ketika disambangi koresponden media ini di kediamannya, kemarin.

Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis

Saat ini, orang tua Diki yang hanya bekerja buruh kasar tersebut hanya mengharapkan bantuan dari dermawan untuk bisa terhindar dari ancaman kelumpuhan. Sebab, dibagian kedua pinggang dan pinggul Diki terlihat luka yang menganga akibat terlalu lama berbaring.

“Kalau ada uang, banyak yang menyarankan supaya berobat di dokter spesialis. Kalau hanya ke rumah sakit dengan menggunakan BPJS, hasilnya tidak jauh beda dengan usaha kami kemaren. Kemaren ada bantuan dari jamaah Masjid Raya Telukkuantan, ini nanti akan kami kumpulkan dulu,” ujar nya.

Bahkan, akibat terlalu lama berbaring, hampir seluruh persendiannya mengalami luka. Luka tersebut makin lama, semakin menganga dan membesar.

Ketika ditanya dari beberapa hasil pemeriksaan dokter terkait penyakit Diki, orang tuanya menjawab bahwa Diki mengalami saraf terjepit.

“Biayanya tidak sedikit. Saat ini saya dan istri harus bergantian menjaga Diki. Kalau saya ada kerjaan, istri yang menjaga. Begitu juga sebaliknya,” ungkap Bapak 5 orang anak tersebut.

Tim Terpadu Kota Batam Tertibkan Bangunan Ilegal di Kurahan Sei Binti

Salah seorang kerabat yang juga tetangga Diki bernama, Rezy Engri kepada wartawan menuturkan bahwa, keluarga tersebut tergolong keluarga miskin. Kedua orang tua Diki bekerja di kebun orang.

“Sepengetahuan saya, mereka dapat bantuan PKH. Namun, kalau berharap kepada bantuan tersebut, tentu tidaklah cukup. Apalagi keduanya harus menghidupkan 5 orang anak, dengan penghasilan yang tidak tetap,” ungkap Rezy. (dya)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement