PROBATAM.CO, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepri optimis pelaksanaan pembangunan jembatan Batam-Bintan (Babin) dimulai pada 2021 mendatang.
Kepala Balitbang Kepri, Naharuddin mengatakan pembangunan jembatan tersebut nantinya dianggarkan melalui APBN-P 2020, atau APBN 2021.
Hal ini lantaran pemerintah pusat tidak menganggarkan pembangunan jembatan yang menghubungkan antara Batam dan Bintan ini pada APBN 2020.
“Kita optimis bakal tetap dimulai di tahun 2021, dengan dianggarkan pada APBN P 2020 atau APBN 2021,” kata Naharuddin dikutip Kepriprov.go.id, Senin (23/9).
Menurut dia, tidak pembangunan jembatan ini tidak dianggarkan di APBN 2020 mendatang disebabkan masih adanya perubahan pada DED.
“Sehingga kita perbaiki kembali dan kita akan terus mendorong pemerintah pusat untuk dapat segera menganggarkan pembangunan jembatan Babin ini di Kepri,” kata dia.
Terkait dengan adanya pemindahan Ibukota Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Timur yang membutuhkan anggaran besar, Naharuddin tetap optimis pemerintah menganggarkan pembangunan jembatan Babin ini.
“Tak ada masalah saya rasa, anggaran pembangunan infrastruktur daerah berbeda dengan perpindahan ibukota sehingga tak berpengaruh,” katanya.
Sementara itu, sebelumnya Plt Gubernur Provinsi Kepri, Isdianto juga mengatakan bahwa pihaknya akan lebih intens melakukan komunikasi ke kementrian di pusat untuk menjolok anggaran pembangunan jembatan Babin.
“Karena mengingat pentingnya keberadaan jembatan Babin ini untuk pembangunan ekonomi Kepri,” kata Isdianto. (isn)




Komentar