PROBATAM.CO, Batam – Panggung Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026 kembali menghadirkan sajian sastra yang berbeda melalui penampilan penyair asal Batam, Sudirman Elbatamy, pada malam penutupan KSM, Minggu (5/7/2026), di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Batam
Tidak sekadar membacakan puisi, Sudirman tampil dengan gaya teatrikal yang memadukan sastra, musik, dan ekspresi panggung yang penuh energi. Mengenakan jas hitam dipadukan kemeja bermotif biru, celana krem, serta tanjak Melayu, ia berhasil menghidupkan suasana dengan gerak tubuh yang dinamis dan penuh penghayatan.
Setiap bait puisi yang disampaikannya dibawakan dengan ekspresi yang kuat, diselingi gerakan teatrikal yang mengikuti irama musik pengiring. Sesekali ia melangkah, mengayunkan tangan, hingga berinteraksi dengan penonton, menciptakan pertunjukan yang menghibur tanpa menghilangkan nilai sastra yang terkandung dalam puisinya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan kehadiran penyair seperti Sudirman Elbatamy menunjukkan bahwa sastra Melayu mampu dikemas secara kreatif sehingga tetap relevan dan dekat dengan berbagai kalangan.
“Kenduri Seni Melayu memberikan ruang bagi para penyair untuk terus berkarya dan berekspresi. Penampilan Sudirman Elbatamy membuktikan bahwa puisi dapat disampaikan dengan cara yang komunikatif, menghibur, namun tetap sarat makna. Inilah semangat yang terus kita dorong dalam pemajuan kebudayaan,” ujarnya.
Sudirman Elbatamy dikenal sebagai seniman multitalenta asal Batam yang aktif sebagai penyair, musisi, pencipta lagu, sekaligus konten kreator. Melalui kanal digitalnya, ia banyak menghasilkan karya-karya bernuansa Melayu yang dipadukan dengan humor, kritik sosial, dan pesan-pesan budaya. Selain aktif di dunia musik, ia juga kerap tampil dalam berbagai festival sastra dan kegiatan kebudayaan di Kepulauan Riau.
Penampilan Sudirman menjadi salah satu warna tersendiri pada malam penutupan KSM 2026. Dengan gaya khas yang jenaka namun tetap berakar pada budaya Melayu, ia berhasil menunjukkan bahwa sastra tidak hanya dapat dinikmati melalui kata-kata, tetapi juga melalui pertunjukan yang hidup, komunikatif, dan menghibur. (*/hel)





Komentar