Beranda / Berita Utama / Spirit Abah-Ambu Di Penjurian DASHAT Jabar, Harapan Juara Untuk Kabupaten Bandung

Spirit Abah-Ambu Di Penjurian DASHAT Jabar, Harapan Juara Untuk Kabupaten Bandung

PROBATAM.CO, Kabupaten Bandung – SUASANA Aula Kantor Desa Citaman, Kecamatan Nagreg, pada Rabu 29 April 2026 terasa berbeda.

Bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting yang mempertemukan semangat gotong royong warga dengan penilaian ketat tingkat provinsi dalam Lomba DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) Tingkat Jawa Barat.

Desa Citaman, yang didapuk sebagai wakil Kabupaten Bandung, tampil dengan kepercayaan diri tinggi di hadapan tim juri.

Namun yang ditawarkan bukan hanya program teknis pemenuhan gizi, melainkan sebuah filosofi hidup yang mengakar kuat dalam budaya lokal: pendekatan “Abah dan Ambu”.

Mimpi Memiliki Jamban, Satgas TMMD Ke-128 Wujudkan Harapan Sukarni

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Permanawati, Kepala Dinas Dalduk PPA Kabupaten Bandung dr. Mulja Munadjat, M.M., M.H.Kes., Sekretaris Dinas DALDUKPPA, Ade Yeni Norbeti, S.Sos., M.Si.,Camat Nagreg H. Perdana Firmansyah, unsur Muspika serta para kepala desa se-Kecamatan Nagreg.

Disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Bandung, Desa Citaman memaparkan strategi unggulannya melalui konsep One Family One Product yang dijalankan lewat Koperasi Goah Samping Ambu.

Program ini tidak hanya mendorong ketersediaan pangan bergizi, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

Lebih dari itu, pendekatan ini menghadirkan nilai emosional dan sosial yang kuat. Setiap keluarga tidak hanya bertanggung jawab terhadap anggota rumah tangganya, tetapi juga menjadi “orang tua” bagi lingkungan sekitar.

“Di Citaman, DASHAT bukan sekadar dapur sehat. Ini adalah gerakan hati, setiap keluarga menjadi Abah dan Ambu yang memastikan anak-anak di lingkungannya tumbuh sehat dan terpenuhi gizinya,” ungkap Emma Dety.

Mimpi Memiliki Jamban, Satgas TMMD Ke-128 Wujudkan Harapan Sukarni

Tim juri menaruh perhatian khusus pada integrasi antara ekonomi kreatif dan kesehatan masyarakat yang dijalankan Desa Citaman.

Melalui koperasi berbasis keluarga tersebut, warga tidak hanya memproduksi makanan sehat, tetapi juga mengelola distribusi dan keberlanjutannya secara mandiri.

Model ini dinilai mampu menjawab dua tantangan sekaligus: menekan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Camat Nagreg, H. Perdana Firmansyah, menyampaikan optimisme tinggi terhadap hasil penilaian. Ia menilai, keberhasilan Citaman tidak dibangun secara instan, melainkan melalui proses panjang yang menjadikan konsep keluarga berkualitas sebagai gaya hidup masyarakat.

“Ini bukan program dadakan. Apa yang ditampilkan hari ini adalah cerminan keseharian warga Citaman. Kami optimistis hasilnya akan membanggakan,” ujarnya.

Sinergitas TNI-Polri Hadirkan Perubahan Nyata Di TMMD Ke-128 Desa Puro

Kehadiran para kepala desa se-Kecamatan Nagreg dalam kegiatan ini juga menjadi simbol kuatnya kolaborasi lintas wilayah.

Mereka tidak hanya datang sebagai pendukung, tetapi juga sebagai pembelajar untuk mengadopsi praktik baik yang telah dijalankan Citaman.

Semangat replikasi inilah yang diharapkan mampu memperluas dampak program DASHAT ke desa-desa lain, sehingga penanganan stunting dapat dilakukan secara masif dan berkelanjutan.

Dengan berakhirnya sesi penjurian dan wawancara, Desa Citaman kini menanti hasil dengan penuh harap. Lebih dari sekadar mengejar gelar juara, keikutsertaan ini menjadi bukti bahwa kekuatan masyarakat berbasis keluarga mampu menjadi solusi nyata bagi persoalan kesehatan nasional.

Jika berhasil meraih predikat terbaik, Desa Citaman tidak hanya mengharumkan nama Kabupaten Bandung di tingkat Jawa Barat, tetapi juga berpotensi menjadi rujukan nasional dalam pengembangan Kampung KB berbasis pemberdayaan keluarga. (Pb/Rie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement