PROBATAM.CO, Tanjungpinang – Kapal ferry Baruna dan Oceana rute pelabuhan Punggur Batam ke pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang dan sebaliknya, gagal beroperasi dikarenakan kehabisan kuota solar subsidi dari Pertamina.
Informasi tidak beroperasinya kapal ferry rute Tanjungpinang ke Batam bahkan sempat beredar di media sosial.
“Assalamuaikum. Pagi teman-teman. Tadi saya di infokan dari operator Baruna Oceana, bahwa mulai pagi ini seluruh armada mereka tidak beroperasi. Karena terkait habisnya kuota BBM subsidi. Mungkin besok takutnya penumpang tidak bisa ke Batam. Takutnya penumpang menumpuk di pelabuhan. Tolong besok teman-teman kita bisa membantu di domestik,” demikian bunyi informasi itu beredar di media sosial seperti dikutip Kepriprov.go.id, Kamis (5/12).
Koordinator Lapangan Pelindo Tanjungpinang, Raja Azmi mengatakan, jumlah kapal Baruna dan Oceana yang tidak beroperasi ada sekitar 20 unit. Sementara penumpang menumpuk di pelabuhan Punggur dan Sri Bintan Pura sejak tadi pagi.
“Perusahaan itu tidak mau menggunakan bahan bakar nonsubsidi,” katanya.
Perusahaan Baruna dan Oceana, termasuk PT Pelindo Tanjungpinang baru mengetahui kuota solar bersubsidi untuk kapal cepat itu habis setelah rapat persiapan Natal dan Tahun Baru di Kantor Pelindo Tanjungpinang, kemarin.
“Pihak Pertamina menjelaskan hal itu setelah rapat, kuota sudah mencapai limit,” ucapnya.
Untuk kapal ferry yang masih beroperasi saat ini Ia katakan adalah Marina. Ia juga menyebut kalau jumlah kapal ini terbatas. Ferry itu masih beroperasi lantaran kuota solar bersubsidi yang diberikan Pertamina masih ada.
“Satu-satunya armada laut yang masih beroperasi ferry Marina,” jelasnya.
Sampai sekarang pihak Pelindo belum mengetahui solusi yang diberikan agar permasalahan itu dapat diatasi.
“Kami berharap pelayanan tetap berjalan maksimal,” katanya.




Komentar