PROBATAM.CO, Batam – Kepolisian Indonesia boleh berbangga. Pasalnya, International Organization for Migration (IOM) melirik Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kepri Kombes Pol Arie Darmanto dalam prestasinya mengungkap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Migran, dan Perlindungan Perempuan dan Anak.
Lembaga dunia ini akan memberikan penghargaan atas upayanya menyelamatkan korban dan menangkap jaringan penjahat tersebut. Penghargaan Internasional ini memilih orang orang dari 175 negara di seluruh dunia yang dilirik dengan berbagai kriteria.
“Penghargaan ini nantinya akan diberikan kepada 20 negara, untuk Asia ada 2 negara saja saja yakni dari Indonesia dan Jepang,” kata Arie kepada PROBATAM.CO, di Mapolda Kepri, Batam, Kepri, Jumat (21/2/2020).
Ia juga mengaku awalnya tidak percaya dengan informasi tersebut. Namun keraguan itu sirna saat Ia dihubungi langsung oleh pihak IOM.
“Saya juga tidak menyangka dihubungi langsung oleh pihak IOM, sempat beberapa kali nelepon saya kira dari mana ternyata dari IOM. Saya diberi tahu kalau saya masuk dalam nominasi penghargaan itu. Apalagi dari Indonesia, saya satu-satunya dan itu dari profesi sebagai anggota Polri,” ujarnya.
Menurutnya, selama ini tidak pernah terlintas dipikirannya akan masuk ke nominasi lembaga dunia tersebut. Ia mengaku, mengabdi untuk negeri serta memperjuangkan keadilan terutama untuk perempuan dan anak -anak merupakan suatu kewajiban baginya.
Sejak 11 tahun lalu, Pria Lulusan Akpol Tahun 1997 ini mengaku mulai berkomitmen untuk menindak perdagangan orang. Bahkan ketika dirinya masih menjabat dan berpangkat sebagai Komisaris Polisi ( Kompol).
Hal itu terbukti sejak ia berdinas (masuk) ke Kepri sebagai Wakil Direktur Reskrimum Polda Kepri, ratusan calon PMI ilegal dari berbagai daerah berhasil diselamatkan di Batam yang akan diberangkatkan ke luar negri secara ilegal serta menangkap para sindikat penjualan orang dengan modus PMI.
Tidak hanya itu sejak berpangkat Kompol, Arie berhasil mengungkap pembunuhan terhadap bayi atau dikenal dengan sebutan Aborsi. Dikirim keluar negeri dalam tugas kemanusiaan berkaitan dengan Migrasi.
Bahkan pada Januari 2016, ia berhasil mengungkap prostitusi online yang melibatkan artis Nikita Mirzani dan Puty Revita. Di Bulan April 2016 Ia juga mengungkap penjualan ginjal di RSCM, dan perdagangan orang keluarga negri secara ilegal dengan modus TKI.
Arie sendiri diketahui masuk dalam nominasi Trafficking in Person (TIP) Report Hero Acting to End Modern Slavery Award 2020, yakni penghargaan yang diberikan ke pejabat pemerintah, penggiat/LSM atau petugas Kepolisian, yang berkomitmen mengakhiri perbudakan modern yang inten di dunia. (zel)




Komentar