PROBATAM.CO, BATAM-Komitmen mewujudkan kampus berkelanjutan digaungkan di Auditorium Politeknik Negeri Batam melalui deklarasi bersama Green Campus for Sustainability.
Deklarasi tersebut menjadi penanda dimulainya gerakan “Sosialisasi Edukasi Pemilahan Sampah Kampus Polibatam University” dengan tema Satu Kampus, Satu Aksi: Gerakan Pilah Sampah Polibatam University.
Seluruh peserta kegiatan secara bersama-sama berkomitmen dan membacakan Deklarasi Green Campus for Sustainability sebagai bentuk komitmen kolektif untuk memulai perubahan dari diri sendiri dan lingkungan terdekat.
Deklarasi ini menegaskan bahwa gerakan pilah sampah bukan sekadar program seremonial, melainkan bagian dari transformasi budaya kampus menuju tata kelola lingkungan yang sistemik, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yakni praktisi pengelolaan sampah Arifin Efendi Pakhpahan dan akademisi Hendra Gunawan, dengan moderator Muhammad Ghazali.
Hadir sebagai peserta dosen, tenaga kependidikan, perwakilan organisasi mahasiswa, petugas Pamdal, cleaning service, pegawai kantin, serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) Polibatam.
Pelaksanaan kegiatan ini juga bekerja sama dengan MAPALA Polibatam sebagai mitra pelaksana gerakan lingkungan kampus.
Integrasi Sistem: Pilah–Olah–Berkah
Dalam pemaparannya, Arifin Efendi Pakhpahan memaparkan bahwa gerakan ini memiliki legitimasi normatif yang kuat, merujuk pada Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, PP No. 81 Tahun 2012, serta Perda Kota Batam No. 11 Tahun 2017.
Ia memperkenalkan konsep Pilah–Olah–Berkah, yakni pemisahan sisa konsumsi, transformasi material organik menjadi nutrisi tanah, serta pemanfaatan hasil olah untuk restorasi.
Arifin juga mencontohkan praktik pembuatan kompos biodinamik dan ecoenzyme dari kulit buah sebagai bentuk pengolahan organik skala rumah. Pendekatan ini dinilai relevan diterapkan di lingkungan kampus melalui partisipasi aktif seluruh unsur.
“Pilah sampah adalah harga mati. Jika tidak dimulai sekarang, kita sedang merancang bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Hendra Gunawan menegaskan bahwa pemilahan sampah merupakan fondasi utama dalam sistem pengelolaan berkelanjutan.
Mengacu pada materi yang disampaikan, pemilahan bertujuan mengurangi volume sampah ke TPA, mempermudah proses daur ulang, serta menekan pencemaran lingkungan.
Ia menjelaskan bahwa di lingkungan kampus kedepannya akan menerapkan lima kategori pemilahan, yakni organik, anorganik, kertas, B3, dan residu.
Standarisasi warna tempat sampah menjadi bagian dari strategi edukasi visual agar sivitas akademika lebih disiplin dalam memilah.
“Pemilahan bukan sekadar teknis membuang sampah, tetapi bagian dari integrasi sistem kampus. Kegagalan pemilahan adalah akar bencana lingkungan,” tegasnya.
Hendra juga mengumumkan bahwa Polibatam mulai mengoperasikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) secara mandiri. Dalam tahap awal, TPST diprioritaskan untuk mengolah sampah organik menjadi kompos.
“Dengan TPST mandiri, kita tidak hanya mengurangi beban pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah, tetapi juga membangun kemandirian ekosistem kampus,” ujarnya.
Ke depan, pengolahan akan diperluas ke sampah anorganik sehingga tercipta siklus tertutup (closed loop system) dalam pengelolaan sampah kampus.
Pengukuhan Green Campus Ambassador 2026
Momentum kegiatan juga diisi dengan pengukuhan Green Campus Ambassador periode 2026 oleh Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum, Arniati, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CPA. Empat mahasiswa yang dikukuhkan yakni Cantika Nur Hasanah, Muthia Syawallani, Ahmad Maulana Alfarabi, dan Diaz Siddiq Anugerah.
Mereka bertugas menjadi duta kampus dalam kampanye kepedulian dan pelestarian lingkungan hidup, mendukung kebijakan green campus, serta mengedukasi sivitas akademika untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan.
Melalui gerakan “Satu Kampus, Satu Aksi”, Polibatam menegaskan komitmennya membangun budaya sadar lingkungan yang terintegrasi dalam sistem pengelolaan kampus. Langkah ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah mandiri di lingkungan perguruan tinggi sekaligus kontribusi nyata terhadap pengurangan timbulan sampah di Kota Batam.
Dengan dimulainya operasional TPST dan penguatan peran Green Campus Ambassador, Polibatam menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan vokasi yang tidak hanya unggul dalam akademik dan teknologi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan. (*)
Penulis: Hendra Gunawa




Komentar