PROBATAM.CO, Makassar – Menggembleng kedisiplinan, ketahanan fisik, serta karakter aparatur yang tangguh, Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sulawesi Selatan sukses menyelenggarakan Pelatihan Dasar Kesamaptaan bagi 87 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Keimigrasian.
Rangkaian pelatihan intensif yang bekerja sama dengan Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua Polda Sulawesi Selatan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai Rabu (02/09/2026) hingga Sabtu (05/09/2026).
Selama empat hari berada di kawah candradimuka SPN Batua, para peserta CPNS mendapatkan pembekalan materi secara komprehensif. Kurikulum pelatihan meliputi Peraturan Dasar Kedisiplinan, Interpersonal Skill (IPS), Wawasan Kebangsaan, Bela Negara, hingga Pola Pengasuhan kedinasan.

Penggemblengan ini dirancang untuk membentuk sikap tertib, nasionalisme, serta kapasitas kerja sama tim yang solid sebelum para CPNS diterjunkan langsung dalam tugas pelayanan publik.
Salah satu momen krusial dalam pembinaan karakter terjadi pada Jumat malam (04/09/2026) melalui prosesi Renungan Suci di sekitar api unggun.
Rangkaian refleksi diri dan introspeksi ini menjadi sarana emosional untuk memperkuat jiwa korsa, membangun rasa syukur, serta menancapkan komitmen nilai-nilai integritas dan tanggung jawab moral sebagai calon insan keimigrasian dalam melayani bangsa.
Seluruh rangkaian perhelatan resmi ditutup pada Sabtu pagi (05/09/2026) di Aula SPN Batua Polda Sulsel melalui penyerahan sertifikat dan pelepasan tanda peserta oleh Kepala SPN Batua, Kombes Pol. Syamsu Ridwan, S.I.K., M.M.

Dalam momen tersebut, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sulawesi Selatan, Friece Sumolang, menyerahkan cendera mata secara langsung kepada Kepala SPN Batua sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan fasilitasi penuh jajaran instruktur Polda Sulsel.
Kakanwil Friece Sumolang menegaskan bahwa 87 CPNS yang telah lulus pelatihan kesamaptaan ini akan segera disebar untuk memperkuat tugas fungsi keimigrasian di enam Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Sulawesi Selatan.
Friece berharap kesiapan fisik, mental, dan kedisiplinan yang telah ditempa dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan guna mewujudkan semangat Imigrasi untuk Rakyat melalui pelayanan keimigrasian yang cepat, ramah, profesional, dan berintegritas. (*/hel)





Komentar