Beranda / Berita Utama / Puisi “Uwak” Karya Amsakar Achmad Sentuh Hati Penonton di Kenduri Seni Melayu 2026

Puisi “Uwak” Karya Amsakar Achmad Sentuh Hati Penonton di Kenduri Seni Melayu 2026

PROBATAM.CO, Batam Suasana haru menyelimuti panggung Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026 di Dataran Engku Putri, Jumat (3/7/2026), ketika Wali Kota Batam Amsakar Achmad membacakan puisi berjudul “Uwak”, sebuah karya yang ditulisnya pada Januari 2014 sebagai penghormatan kepada sosok ayah.

Penampilan tersebut menjadi salah satu sajian istimewa pada malam pembukaan KSM. Diawali dengan pembacaan penggalan puisi oleh murid-murid sekolah dasar yang mengenakan busana Melayu, suasana panggung dibangun melalui dialog sederhana antara anak-anak dan sang penyair. Permintaan tulus anak-anak agar Amsakar membacakan puisinya disambut hangat, menghadirkan momen yang mengundang haru para tamu dan masyarakat yang hadir.

Diiringi alunan musik yang syahdu, anak-anak kemudian duduk melingkar mengelilingi Amsakar menyerupai kelopak bunga teratai, sementara penampilan tari inovatif dari Pusat Latihan Seni (PLS) Sanggam dan Tankcer Dance Studio semakin memperkuat makna puisi yang disampaikan.

Puisi “Uwak” mengisahkan kerinduan seorang anak kepada sosok ayah yang telah mewariskan berbagai petuah kehidupan. Nilai-nilai tentang keteguhan, kerendahan hati, kepemimpinan, hingga pentingnya berbuat baik kepada sesama tersampaikan melalui bait-bait puisi yang sarat makna.

Bersama Komisi I DPR RI, Pangdam IV/Diponegoro Bahas Transformasi Tata Kelola Aset Pertahanan

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan penampilan tersebut menjadi salah satu bentuk bahwa sastra merupakan bagian penting dari kebudayaan Melayu yang perlu terus dilestarikan.

“Kenduri Seni Melayu bukan hanya menghadirkan tari dan musik, tetapi juga memberi ruang bagi karya sastra yang menjadi warisan intelektual masyarakat Melayu. Melalui puisi ‘Uwak’, kita diajak merenungkan nilai-nilai kehidupan, penghormatan kepada orang tua, serta kepemimpinan yang berlandaskan budi pekerti,” ujarnya.

Menurut Ardiwinata, pembacaan puisi oleh Wali Kota Batam menjadi simbol bahwa seni dan budaya dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan moral kepada masyarakat.

“Puisi ini mengingatkan kita bahwa budaya bukan hanya untuk dipertontonkan, tetapi juga untuk direnungkan dan dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Inilah semangat yang terus dihadirkan melalui Kenduri Seni Melayu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Batam, Samson Rambah Pasir, mengatakan penyajian puisi yang dipadukan dengan tari kontemporer dan teatrikal anak-anak menjadi bentuk kolaborasi lintas seni yang memperkaya penyelenggaraan KSM tahun ini.

Jamin Roda Pemerintahan Dan Pelayanan Publik, Bupati Bandung Lantik Pejabat Eselon II

“Kami ingin menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga mampu menyentuh hati penonton. Kolaborasi antara sastra, tari, musik, dan teater menjadi cara untuk menyampaikan pesan budaya kepada semua generasi,” katanya.

Bagi Amsakar Achmad, “Uwak” bukan sekadar puisi, melainkan ungkapan rasa hormat kepada seluruh sosok ayah yang dengan penuh pengorbanan membimbing anak-anaknya menjalani kehidupan. Melalui karya tersebut, ia mengajak masyarakat untuk terus mengingat nasihat orang tua sebagai bekal dalam menjalani kehidupan dan memimpin dengan keteladanan.

Penampilan itu pun ditutup dengan pelukan hangat anak-anak kepada sang penyair sebagai simbol kasih sayang dan penghormatan kepada orang tua, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh tamu undangan dan masyarakat yang memadati arena Kenduri Seni Melayu 2026. (*/hel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement