Beranda / Berita Utama / Positif Covid-19, Tiga Anggota Polri Ditangani di RS Covid-19 Galang, Enam Lainnya Dirawat di Batam

Positif Covid-19, Tiga Anggota Polri Ditangani di RS Covid-19 Galang, Enam Lainnya Dirawat di Batam

Wali Kota Batam Muhammad Rudi didampingi Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad dalam jumpa pers di teras belakang gedung Pemko Batam, beberapa waktu lalu. (photo:int)

PROBATAM.CO, Batam – Wali Kota Batam Muhammad Rudi, mengumumkan ada penambahan delapan kasus baru dari sebelumnya, update per Kamis (16/4/2020), kemarin terdiri dari kasus Nomor 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25 dan 26. Dengan demikian terkonfirmasi positif Covid-19 Batam tercatat 26 Orang.

“Terkonfirmasi COVID-19, No.19-26  dalam perawatan Rumah Sakit Kota Batam, 16 April2020 Pada Kamis,16 April2020, kembali kami sampaikan lanjutan rilis kasus terkonfirmasi positif COVID-19 Kota Batam,”kata Rudi dalam keterangan tertulis yang diterima PROBATAM.CO, Kamis (16/4/2020) malam.

Menurutnya, data yang diperoleh ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKL-PP Batam pada beberapa rumah sakit di Kota Batam berdasarkan kasus baru dan hasil tracing dari closes contact cluster sebelumnya.

“Dengan kesimpulan terdapat delapan orang Warga Kota Batam, terdiri dari empat orang laki-laki dan empat  orang  perempuan Terkonfirmasi“Positif”,” ujarnya.

Berikut ini disampaikan riwayat perjalanan penyakit dari pasien terkonfirmasi tersebut sebagai berikut:

Kepergian Sosok H. Zulmansyah Sekedang, Dunia Pers Kehilangan Seorang Terbaik

Terkonfirmasi adalah warga Kota Batam;

a).Laki-laki berinisial “Tn.ISA” usia 31Tahun, Anggota Polri, beralamat di Kawasan Perumahan Batam Centre, Kecamatan Batam Kota, merupakan kasus baru No.19 KotaBatam dan

b). Laki-laki berinisial ”Tn.RHP” usia 33 Tahun, AnggotaPolri, beralamat di Kawasan Perumahan Batam Centre, Kecamatan Batam Kota, merupakan kasus baru No.20 KotaBatam,

c). Laki-laki berinisial “Tn.HS” usia 35 Tahun, Anggota Polri, beralamat di Kawasan Perumahan Batam Centre, Kecamatan Batam Kota, merupakan kasus baru No.21 Kota Batam.

“Yang bersangkutan semua tersebut diatas merupakan siswa SIP dari SETUKPA Lemdiklat Polri yang baru tiba di Batam dan langsung di karantinadi RS. Bhayangkara, perlu diketahui pada saat masih di Sukabumi mereka semuanya telah dilakukan RDT dengan hasil “Non Reaktif”,” ungkap Rudi.

Keluarga Besar PWI dan SMSI Berduka: Sekjen PWI Pusat H. Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

Kemudian pada saat karantina di RS Bhayangkara Batam kembali dilakukan RDT tersebut dengan hasil“Reaktif”, berdasarkan hasil RDT tersebut selanjutnya kepada mereka semua dilakukan pemeriksaan sample Swab yang hasilnya diperoleh Kamis (16/4/2020)  dengan kesimpulan“Positif”.

“Saat ini kondisi yang bersangkutan semuanya dalam keadaan baik dan stabil,serta sedang proses persiapan untuk dilakukan perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit rujukan Galang guna penanganan medis lebih lanjut,”terangnya.

Sedangkan Terkonfirmasi berikutnya,  sambung Rudi, adalah seorang perempuan berinisial “LLP”, usia 48 Tahun, ASN, beralamat di Kawasan Perumahan Batam Centre Kecamatan Batam Kota, ini merupakan kasus baru No. 22 Kota Batam. Perlu diingat kasus ini berkaitan erat dengan kasus“08”,yangmerupakan Cluster kantor dimana ASN yang bersangkutan tersebut bertugas.

“Saat ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan baik dan stabil,sertasedang proses persiapan untuk dilakukan perawatan diruang isolasi RSUD Embung Fatimah Kota Batam guna penanganan medis lebih lanjut,” kata dia.

Terkonfirmasi selanjutnya adalah seorang laki-laki berinisial “I” usia52  Tahun, ASN Instansi Vertikal Kesehatan, beralamat di Kawasan Perumahan Baloi, Kecamatan Lubuk Baja,ini merupakan kasus baru No. 23 Kota Batam.  

Trump Klaim AS Akan Dapat “Debu Nuklir” Iran Tanpa Biaya

Ia mengatakan, yang bersangkutan memiliki riwayat perjalanan dinas ke Jakarta pada pertengahan Maret 2020 dan sepulangnya dari Jakarta melakukan aktifitas rutin pekerjaan seperti biasanya di Batam.

“Kemudian pada tanggal 03 April 2020 melakukan RDT dengan hasil “Reaktif”dan ditetapkan sebagai ODP dengan isolasi mandiri di rumah dinasnya, pada keesokan harinya kembali dilakukan RDT dengan hasil masih“Reaktif”berdasarkan hasil tersebut kemudian dilakukan pengambilan sample swab yang hasilnya diperoleh  padahari Kamsi (16/4/2020) dengan kesimpulan“Positif”,”terangnya lagi.

Rudi mengatakan, saat ini yang bersangkutan masih melakukan isolasi mandiri di rumah dinasnya dalam keadaan sehat dan stabil tanpa mengalami gangguan kesehatan apapun.

Berikutnya,papa Rudi lagi,  terkonfirmasi berikutnya adalah seorang perempuan berinisial “TS”, usia 52 Tahun, ASN, beralamat di Kawasan Perumahan Bengkong,Kecamatan Bengkong,ini merupakan kasusbaru No.24 Kota Batam.

“Kasus ini pun berkaitan erat dengan kasus 08, yang merupakan Cluster kantor dimana ASN yang bersangkutan tersebut bertugas.Saat ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan baik dan stabil dan telah dilakukan perawatan di ruang isolasi RSUD Embung Fatimah KotaBatam guna penanganan medis lebih lanjut,”urainya.

Terkonfirmasi berikutnya adalah seorang perempuan berinisial “EM”, usia 56 Tahun, ASN, beralamat di Kawasan Perumahan Muka Kuning, Kecamatan SeiBeduk, ini merupakan kasus baru No.25 KotaBatam. Kasus ini pun berkaitan erat dengan kasus 08,yang merupakan Cluster kantor dimana ASN yang bersangkutan tersebut bertugas.

“Saat ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan baik dan stabil,dan telah dilakukan perawatan diruang isolasi RSBP, Sekupang, Batam guna penanganan medis lebih lanjut,”bebernya.

Terkonfirmasi berikutnya adalah seorang perempuan berinisial “LM”, usia 37 Tahun,TKW Singapore, beralamat di Kawasan Perumahan Batam Centre,Kecamatan Batam Kota, Yang bersangkutan merupakan TKW di Singapura yang baru kembali ke Batam pada 20 Januari2020.

“Dan pada 10 April 2020 merasa demam yang disertai batuk dan sesak nafas kemudian dibawa berobat kesalah satu RS Swasta dibilangan Batam Centre dan dirawat di ruang isolasi rumah sakit tersebut,” ujarnya.

Selanjutnya dilakukan RDT dengan  hasil “Reaktif”dan pada keesokan harinya dilakukan pengambilan swab  yang hasilnya telah diperoleh pada saat ini terkonfirmasi“Positif”dan ditetapkan sebagai kasus baru No.26 Kota Batam perlu diketahui sampai saat ini yang bersangkutan masih dalam perawatan di ruang isolasi rumah sakit tersebut dengan kondisi stabil.

“ Tim kami saat ini sedang terus melakukan proses contact tracing terhadap semua orang yang ditenggarai berkontak dengan kasus tersebut di ata,”jelasnya.

Dalam rilis sebelumnya, Rudi menerangkan, tentang Warga Batam Terkonfirmasi COVID-19, No.18 Kamis, 16 April 2020, disampaikan tentang kasus No 18 yang terkonfirmasi positif Kota Batam yang hasil pemeriksaan sample swabnya baru diperoleh dari BTKL PP Batam dengan kesimpulan terdapat 1 (satu) Orang perempuan Warga Kota Batam Terkonfirmasi “Positif”.

“Riwayat perjalanan kasus Nomor 18, Terkonfirmasi adalah warga Kota Batam seorang perempuan berinisial “W” usia 29 Tahun, profesi sebagai Guru salah satu sekolah di kawasan Batam Centre, beralamat di kawasan perumahan Kecamatan Batam Kota,” kata dia.

Rudi menambahkan, berdasarkan anamnesa pasien tidak pernah melakukan perjalanan keluar kota, namun pada tanggal 20-24 Maret 2020 pernah dirawat di salah satu RS Swasta di Kawasan Batam Centre akibat mengalami demam yang disertai dengan batuk berdarah lebih kurang satu minggu sebelumnya.

“Yang bersangkutan sempat dirawat dalam satu ruangan dengan terkonfirmasi kasus 04 selama sehari (23 Maret 2020) karena memiliki riwayat keluhan penyakit yang sama. Diagnosa yang ditegakkan oleh dokter saat itu adalah “TB Paru Millier+Hemaptoe”, pada tanggal 24 Maret 2020 pasien diizinkan pulang untuk selanjutnya rawat jalan di Poli Paru rumah sakit tersebut,” ungkapnya.

Pada tanggal 04 April 2020 dilakukan RDT di salah satu puskesmas dengan hasil “reaktif”, selanjutnya tanggal 07 April 2020 dilakukan pemeriksaan sample swab yang informasinya diterima pada hari ini terkonfirmasi “Positif”, dan ditetapkan sebagai kasus baru No. 18 Kota Batam.

Rudi mengatakan, saat ini kondisi yang bersangkutan baik dan stabil, serta sedang proses persiapan untuk dilakukan perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit rujukan guna penanganan medis lebih lanjut.

“Tim kami saat ini sedang melakukan proses contact tracing terhadap semua orang yang ditenggarai berkontak dengan kasus. Demikian Press release ini disampaikan untuk dapat dimaklumi,” tutupnya. (*/r).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement