Beranda / Berita Terbaru / #POLDAKEPRICEGAHCOVID-19, Peduli Kesehatan Berbagi Tips Ala Kapolda Andap Budhi Revianto

#POLDAKEPRICEGAHCOVID-19, Peduli Kesehatan Berbagi Tips Ala Kapolda Andap Budhi Revianto

Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto. (photo:int)

PROBATAM.CO, Batam – Sejak mulai merebaknya virus corona (Covid-19) di Indonesia, Polda Kepulauan Riau (Kepri) beserta Polrest/ta jajaran hingga ke tingkat polsek di wilayah hukum Polda Kepri, dari pekan lalu, senantiasa berbuat positif untuk masyarakat dan lingkungan sekitar.

Tindakan yang polisi lakukan mulai dari penyemprotan dan bersih-bersih tempat pelayanan publik, seperti mall, rumah-rumah ibadah, perkantoran, halte, angkutan umum, hingga sekolah- sekolah tak luput dari sasaran aparat berseragam coklat muda itu.

Tak hanya itu, mereka sekalian juga melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan dan kesehatan. Menggunakan masker, hand sanitizer, serta kurangi ke tempat keramaian. Semua ini dalam ikhtiar bersama mengantisipasi penyebaran covid-19 atau pun penyakit menular lainnya.

(photo:dok/hms)

Pemerintah sejak beberapa hari belakangan ini sudah melakukan aksi meminta kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap endeminya covid-19 dengan membatasi diri dan keluarga serta lingkungan. Bahkan, Aparatur sipil negara (ASN) diminta untuk “work from home”.

Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto juga turun langsung untuk menghimbau kepada masyarakat untuk memperhatikan lingkungan dengan kesadaran dan penuh rasa tanggung jawab membatasi ruang gerak diri dan keluarga serta masyarakat agar dapat memutus rantai penyebaran Covid-19.

Trump Klaim AS Akan Dapat “Debu Nuklir” Iran Tanpa Biaya

“Bantulah lingkungan dengan kesadaran dan penuh rasa tanggung jawab dengan membatasi diri dan keluarga (work from home), agar dapat memutuskan rantai penyebaran Covid-19,” kata Andap bincang-bincang kepada PROBATAM.CO, Jumat (20/3/2020).

(photo:dok/hms)

Menurutnya, tingkatkan rasa kepedulian dan kebersamaan untuk bersatu melawan atau mencegah virus mengerikan yang dapat menyebabkan kematian itu. “Dan, dengan itu, artinya kita bersama telah berkontribusi untuk Indonesia,” ujar Jenderal Bintang Dua Dipundak.

Bahkan terlihat mulai dari Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz hingga Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto juga menyampai kan pesan himbauan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui video yang diunggahnya.

“KAMI BEKERJA UNTUK KAMU,
KAMU DI RUMAH UNTUK SEMUA”
UNTUK INDONESIA….. #POLRIUNTUKINDONESIA,#POLDAKEPRICEGAHCOVID-19

Tidak itu saja, Orang nomor satu di Polda Kepri yang memiliki hobby gowes ini, juga senantiasa mengajak masyarakat dan memotivasi anggota Polri untuk selalu berolah raga setiap hari.

Harga Emas Antam Naik Rp 16 Ribu Jadi Rp 2,88 Juta/Gram, Galeri24 Rp 2,87 Juta

“Intinya, saya mengajak sehat dengan berolah raga, terpenting sinar matahari paginya,” ujar pria energik yang selalu tampil prima ini.

(photo:dok/hms)

POLDA KEPRI PEDULI KESEHATAN

Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto, dalam suatu kesempatan juga eksis dan tidak pelit berbagi ilmu dan informasi banyak tentang hal- hal yang positif.

“Social Distancing penting di tengah Pandemi Corovid-19. Ilmuwan anjurkan kita social distancing untuk memutus penyebaran COVID-19?,” tuturnya.

Dia menyebut, social distancing, berarti pembatasan sosial yaitu serangkaian tindakan pengendalian infeksi nonfarmasi, dimaksudkan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit menular.

Kemlu Iran Bantah Trump soal Penyerahan Uranium ke AS

“Sebisa mungkin kita berdiam diri di rumah, menjauh dari keramaian dan tidak bepergian? (apabila tidak diperlukan),” Andap mengingatkan.

Cara ini diyakininya, akan memperlambat penyebaran Covid-19 yang terjadi melalui kontaminasi droplet atau percikan air liur pada jarak dekat. Dengan social distancing, maka risiko tertular Covid-19 dari orang lain akan berkurang.

“Sebaliknya, jika ternyata kita terinfeksi tapi tidak menyadarinya, dengan menjauhkan diri dari keramaian akan sangat membantu untuk mencegah penyebaran,” ulasnya.

Dijelaskannya, Covid-19 menyebar melalui droplet atau percikan air liur jadi jika seseorang yang terinfeksi virus ini kemudian tidak sengaja batuk atau bersin tanpa menutup mulutnya, maka droplet akan jatuh pada permukaan yang ada di dekatnya.

“Ketika orang lain yang tidak terinfeksi memegang permukaan tersebut, lalu menyentuh mulut, hidung atau matanya tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, maka yang bersangkutan berisiko tinggi ikut tertular,” jelas Andap.

(photo:dok/hms)

Ia menambahkan, inilah yang membuat angka penularan penyakit ini naik drastis dalam waktu relatif singkat. Kebanyakan orang tidak menyadari dirinya terinfeksi, lalu pergi ke berbagai lokasi untuk menemui teman dan kerabatnya (sebagai carrier/pembawa).

“Akibatnya penyebaran virus ini semakin meluas. Apalagi, virus ini sudah bisa menular ke orang lain, meskipun orang-orang yang terinfeksi tidak merasakan gejala yang berat,” kata Andap.

Mereka bisa saja merasa sehat dan hanya sedikit bersin atau flu, namun ternyata sudah terinfeksi Covid-19. Bisa dibayangkan, jika orang yang terinfeksi itu masih tetap masuk kerja, sekolah, datang ke seminar atau konser musik. Meski awalnya yang terinfeksi hanya satu orang, namun setelah menyebar, bisa saja ribuan orang lainnya yang berada di tempat tersebut, juga terinfeksi.

“Jadi mulai sekarang, agar penyebaran virus ini tidak makin meluas di tempat kita, peran yang bisa dilakukan dengan laksanakan social distancing. Sebaiknya jangan beraktivitas di luar rumah kecuali jika benar-benar diperlukan,” Andap mengingatkan.

(photo:dok/hms)

Untuk sementara waktu, ia menghimbau hindari berkumpul secara langsung dengan rekan-rekan, teman atau saudara. Tidak perlu juga untuk mengunjungi pusat keramaian seperti mall atau tempat wisata.

“Social distancing diharapkan akan menekan risiko penyebaran infeksi maksimal kepada 3 orang saja, yang berada dalam satu tempat tinggal, atau para kerabat terdekat. Tanpa langkah social distancing ini, penyebaran infeksi bisa menjangkau 1.000 orang lain yang berada di tempat yang sama,” terangnya.

Selain itu, sebut dia, memperlambat laju penyebaran virus juga penting agar orang yang sakit, tidak terinfeksi secara bersamaan.

“Tentu, akan jauh lebih mudah mengobati empat orang yang terinfeksi dibanding dengan 1.000 orang sakit secara bersamaan. Semoga bermanfaat#Polda Kepri Peduli Kesehatan,” tutupnya. (iin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement