Beranda / Berita Utama / Pemkab Anambas dan Anambas Foundation Perkuat Kolaborasi Konservasi, Bupati Tekankan Aksi Nyata

Pemkab Anambas dan Anambas Foundation Perkuat Kolaborasi Konservasi, Bupati Tekankan Aksi Nyata

PROBATAM.CO, Anamabas – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bersama Yayasan Anambas Foundation memperkuat kerja sama dalam pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Penandatanganan tersebut berlangsung dalam kegiatan Inaugurasi Peluncuran Anambas Sustainability Forum 2027 di Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Kamis (29/10/2026).

Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, menyambut positif kerja sama yang berfokus pada konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kolaborasi tersebut harus menghasilkan program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurut Aneng, Kepulauan Anambas memiliki kekayaan alam berupa ekosistem laut, wilayah pesisir, pulau-pulau kecil, hingga kawasan daratan. Potensi tersebut menjadi penopang kehidupan masyarakat sekaligus modal penting dalam pembangunan daerah.

Ia menilai, tantangan utama pemerintah daerah adalah menjaga kelestarian ekosistem tanpa mengabaikan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, pemanfaatan sumber daya alam perlu berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menyambut baik dan memberikan apresiasi atas inisiasi kerja sama ini melalui sinergi pembangunan berkelanjutan, program konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas,” ujar Aneng.

Silaturahmi Kapolda Kepri dan Danlanud Hang Nadim, Perkuat Sinergi TNI- Polri

Ia berharap, MoU yang telah ditandatangani dapat menjadi acuan bagi perangkat daerah dalam menyelaraskan berbagai program pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Namun, Aneng mengingatkan agar kerja sama tersebut tidak sebatas penandatanganan dokumen dan penyampaian laporan kegiatan. Ia meminta Anambas Foundation membuktikan pelaksanaan program melalui hasil yang dapat dilihat dan dievaluasi secara langsung di lapangan.

“Pemerintah daerah berterima kasih. Namun, kami juga ingin melihat aksi nyatanya. Kami tidak mau hanya mendengar katanya sudah berjalan di 32 desa atau puluhan desa lainnya, tetapi hasil nyatanya harus bisa ditunjukkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, program konservasi di wilayah daratan maupun pesisir perlu menunjukkan capaian yang jelas. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terbuka untuk meninjau langsung pelaksanaan program guna memastikan hasilnya sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Aneng berharap, keberhasilan program konservasi dan pemberdayaan masyarakat di Kepulauan Anambas dapat menjadi contoh bagi daerah lain, terutama apabila didukung hasil yang nyata dan berkelanjutan.

Polda Kepri dan BNNP Kepri Perkuat Sinergi, Berantas Jaringan Narkotika

Sementara itu, Head of Anambas Foundation, Devina Mariskova, menjelaskan bahwa program yayasan dijalankan melalui tiga pilar utama yang saling berkaitan, yakni konservasi hutan melalui APOH, konservasi laut melalui ALOH, serta pengembangan masyarakat melalui BEYOND.

Menurut Devina, selama delapan tahun pelaksanaan program, pendampingan yayasan telah menjangkau puluhan desa dengan berbagai kegiatan yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat.

Pada sektor daratan, yayasan mendukung penyediaan lebih dari 2.000 bibit pohon, kegiatan penanaman dan pemeliharaan, serta pengembangan agroforestri bersama kelompok tani di Gunung Siantan dan Desa Telaga.

Di sektor kelautan, program yang dilaksanakan meliputi pemantauan terumbu karang di 32 titik, rehabilitasi terumbu karang seluas lebih dari 4.000 meter persegi, serta perlindungan penyu bersama kelompok rangers dari Desa Bayat dan Desa Sunggak.

Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pemantauan lingkungan, pencatatan data, dan pengelolaan pariwisata berbasis konservasi.

Dari Dongeng Jadi Benteng, BNN Kota Batam Tanamkan Edukasi Antinarkoba di SDN 009 Sei Beduk

“Konservasi menjadi bagian dari menjaga penghidupan dan peluang ekonomi masyarakat. Pemahaman inilah yang mendasari pekerjaan kami sebagai mitra masyarakat dan desa,” ujar Devina.

Selain konservasi, Anambas Foundation menjalankan program pengembangan keterampilan usaha perempuan, pertanian rumahan, pengelolaan sampah terpadu, dan pendidikan. Di Desa Telaga dan Piabung, program pertanian rumahan dilaporkan telah menghasilkan lebih dari 1.000 kilogram sayuran.

Pada 2026, yayasan juga melibatkan 140 siswa dari sembilan sekolah dalam program Digital English Club untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.

Devina menjelaskan, pengalaman pendampingan tersebut memperlihatkan pentingnya mengembangkan perlindungan lingkungan secara bersamaan dengan penguatan ketahanan ekonomi masyarakat. Dengan keterampilan yang memadai dan pilihan sumber penghidupan yang beragam, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi dampak perubahan iklim.

Dalam bidang pengelolaan sampah, yayasan mengembangkan program DIKARI atau Desa Indah Kelola Sampah Mandiri serta layanan Bank Sampah yang beroperasi di dua pulau besar di Kepulauan Anambas.

Pendampingan pengelolaan sampah tersebut telah menjangkau 32 desa. Sejak 2018, lebih dari 1.300 ton sampah diklaim berhasil dicegah agar tidak mencemari lingkungan dan laut.

Melalui program ini, masyarakat didorong untuk mengelola layanan persampahan secara mandiri, mulai dari pemilahan sampah di rumah, pengumpulan di tingkat desa, hingga pengangkutan dan penyaluran ke fasilitas pengolahan di luar wilayah kepulauan.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dan Anambas Foundation diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program yang terukur, berkelanjutan, dan dapat dievaluasi secara langsung.

(asy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement