Mustamin Bakri Siap Menjalankan Amanah Koalisi Partai Golkar dan PAN
Disela kesibukan usai proses pendaftaran ke KPU wartawan media ini diundang untuk wawancara eksklusif Mustamin Bakri di kediamannya:
Saat itu tepat pukul 13.45, hujan yang sempat mengguyur Ranai selama prosesi pendaftaran Mustamin Bakri dan Derry Purnamasari ke KPU Natuna sudah reda.
Iringan konfoi tiba kembali di kediaman Mustamin Bakri di Ranai Darat tepat di depan komplek kediaman politiisi senior Golkar Daeng Rusnadi, ya rumah kedua politisi ini berseberangan jalan, Mustamin tinggal dirumah ini sudah sejak lama.
Sengaja dia memilih tinggal dekat dengan rumah Daeng Rusnadi yang menjadi bapak idiologi politiknya, mentornya selama berkarir politik , rekan sejawat saat sama-sama menjadi anggota DPRD Natuna dan Soulmate suka duka saat bersama-sama berjuang membesarkan Golkar di Natuna.
Sesi wawanara tak langung begitu saja, setibanya di rumah politisi senior Golkar yang dikenal ramah ini tampak sibuk melayani semua tamu yang merupakan pendukugnya, gesture tubuh dan sikapnya sangat ramah dan bersahaja, Mustamin memastikan semua yang hadir menikmati makan siang yang memang sudah disiapkan,
“ Ayo makan dulu,” ajaknya kepada semua yang hadir, bahkan tak segan Mustamin justru mengambilkan piring dan kelengkapannya dibagikan kepada tamu yang hadir, semua mengalir begitu saja, Mustamin tidak membedakan siapa yang dihadapannya, semua dilayaninya sendiri dan bahkan tak segan menyendokkan nasi dan lauk pauk untuk yang antri.
Satu jam kemuian saat satu-persatu tamu mulai kembali, barulah sesi wawancara bisa dimulai,
“ Maaf ya, nunggu. ..udah makan belum ?.. ini ada buah jeruk, manis, rambutannya juga, santai saja, “ tawarnya kepada wartawan media ini.
“ Maklumlah beginilah saya, suka sibuk kalau acara begini, ” jelasnya sambil mengambilkan minuman kaleng dan menyuguhkan ke wartawan dan rekan yang menemani sesi wawancara.
Wajahnya tetap santai sambil tersenyum saat wartawan media ini menanyakan bagaimana hasil rekomendasi Pengadilan Negri Medan dan pengumuman di Media cetak terkait status dirinya yang pernah menjadi terpidana kasus pidana khusus di PN Ranai, sesuai putusan Nomor 3/Pid.Sus/2017/PN Ranai Mustamin dinyataka bersalah dan harus menjalani hukuman percobaan selama 6 bulan.
“ Memang harus diakui bahwa manusia itu adalah makhluk yang tidak luput dari kesalahan. Artinya jika manusia berbuat salah adalah hal yang biasa. Namun demikian, manusia adalah makhluk Tuhan yang diberikan akal dan pikiran untuk menerima kemudian belajar dari setiap kesalahan-kesalahan yang diperbuat di masa lalu, sehingga tidak terperosok di lubang yang sama untuk kedua kalinya.” Jelas Mustamin.

Memang dalam hidup ini, siapa yang tidak pernah berbuat salah ? Bahkan seorang nabi dan orang-orang yang menjadi panutan kita pun nyatanya pernah berbuat kesalahan di kehidupannya.
“Setiap manusia pasti pernah berbuat kesalahan. Tapi biasanya kita cenderung untuk menghindari berbuat salah bukan? Namun ternyata tidak semua kesalahan itu mesti kita hindari loh,. “ jelasnya
Terkadang kita membutuhkan kesalahan agar kita tahu letak kelemahan atau kekurangan kita itu sampai dimana. Selain itu, kita juga mungkin akan mendapat pelajaran dan pengalaman yang tak akan pernah di dapat oleh orang-orang yang selalu benar dan selalu berhasil dalam kehidupannya.
“Pelajaran yang berharga yang akan kita dapat adalah kita bisa tahu bahwa cara yang selama ini kita perjuangkan adalah cara yang gagal, sehingga di masa depan ketika kita ingin memulai kembali, kamu akan mencari cara yang baru dengan mempertimbangkan cara yang gagal sebelumnya.” sambungnya dengan tetap santai.
Untuk memenuhi ketentuan yang disyaratkan KPUD Natuna sebagai Bacalonkada yang pernah menjadi terpidana, Mustamin sudah mengumumkan status masalalunya ke publik melaui media cetak utama terbitan Kepri.
“ Saya sudah umumkan status masa lalu saya sesuai ketentuan KPU di media cetak terbitan Kepri, beberapa hari lalu sudah naik cetak, saya sadar itu harus diumumkan agar masyarakat Natun tahu siapa saya dan bagaimana masa lalu saya, saya pernah berbuat salah tetapi itu sudah saya pertangungjawabkan didepan hukum dan sudah Inkrah atau selesai kasusnya. Saat ini saya hanya fokus bagaimana agar saya bisa menjalankan amanah dan istiqomah untuk kemaslahatan masyarakat Natuna, Insyaallah kesalahan masa lalu saya justru menjadi pengingat saya, pelajaran mahal agar saya selalu menjalankan amanah dengan baik, “ Terang Mustamin tenang.
Jadi benarlah kata kata pepatah yang mengatakan “Beruntunglah orang-orang yang berbuat kesalahaan daripada orang yang sama sekali tidak pernah melakukan kesalahan”.
” Saya Yakin masyarakat Natuna sudah dewasa dalam berdemokrasi, masyarakat sudah bisa membedakan mana fakta mana yang tidak benar, hasil Pilkada Natuna 5 tahun lalu juga bisa membuktikan kedewasaan masyarakat Natuna, saya sangat percaya dengan niat baik masyarakat Natuna dan tentu semua juga atas seijin ALLAH SWT, kita kan hanya berusaha menjemput takdir yang digariskan Allah SWT, ” Jelas Mustain .
Optimisme Mustain Bakri menang ada benarnya, pada pilkada 5 tahun lalu saat koalisi Golkar dan PAN mengusung Bupati Natuna terplih Hamid Rizal da Ngesti Yuni Suprapti senior Mustamin ternyata masyaraka Natuna juga masih memberikan kepercayaan kepada Hamid Rizal yang juga mengumumkan status masa lalunya.
Jadi kesimpulannya adalah tidak perlu harus malu ketika kita pernah berbuat kesalahan di masa lalu. Kesalahan bukanlah sebuah aib yang tak ada gunanya, justru kesalahan diri sendiri menjadikan kita sebagai pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya.
Dari seorang Mustain Bakri kitapun bisa banyak belajar, berikut rangkuman kata-kata bijak yang bisa kita pertimbangkan
Jangan pernah ragu mengakui kesalahan bila memang nyata kita yang salah. Belajar dari kesalahan diri sendiri dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi. Biarkan berjalan apa adanya tanpa harus mencari kesalahan orang lain.




Komentar