Beranda / Dunia / Masturbasi saat Video Call di Facebook, Pria Malaysia Ini Diperas Wanita Philipina

Masturbasi saat Video Call di Facebook, Pria Malaysia Ini Diperas Wanita Philipina

Wong menunjukkan foto wanita Filipina yang memerasnya. (Photo : ist/rakyatku.com)

PROBATAM.CO, Malaysia – Seorang pria asal Kuala Lumpur yang sudah menikah, baru-baru ini menjadi korban pemerasan, setelah ia berteman dengan seorang wanita Filipina di Facebook.

Wong yang berusia 44 tahun, berteman dengan wanita bernama Jia Inarisi di Facebook, pada Maret. Mereka kemudian mulai mengobrol online.

Kepada The Star, Wong membahas kisahnya di konferensi pers yang dipandu oleh kepala Departemen Layanan Publik dan Keluhan MCA, Datuk Seri Michael Chong.

Petugas administrasi 44 tahun itu menjelaskan, Jia mengundangnya untuk mengobrol dengannya. 

Mereka lalu mengobrol secara normal selama percakapan pertama mereka. Tetapi selama obrolan kedua mereka, Wong melepas pakaiannya dan menunjukkan dirinya dalam telanjang. 

Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis

“Dia bilang dia ingin melihatku telanjang dan memintaku telanjang di video call. Dia kemudian meminta saya masturbasi selama panggilan video, dan saya melakukan apa yang dia minta,” kisah Wong.

Namun, Jia kemudian mengungkapkan kepada Wong bahwa obrolan video mereka telah direkam. Jia lalu mengirim video masturbasi ke Wong, dan mengancam akan mengunggah rekaman ke YouTube dan mengirimkannya ke semua teman Facebooknya.

“Wanita itu terus menuntut uang. Awalnya, harganya RM500 (Rp1,7 juta). Sekarang dia menuntut RM1.000 (Rp3,4 juta). Saya menyesali tindakan saya. Tapi saya pikir saya harus menghadapinya.”

Wong akhirnya membayar RM3.200 (Rp10,9 juta) melalui enam transaksi bank, yang dilakukan ke beberapa rekening di Filipina pada 22 Maret dan 21 April 2019. 

Pria 44 tahun itu kemudian mencari bantuan dari Datuk Seri Michael Chong dan mengajukan laporan polisi. Chong menambahkan selama konferensi pers, dia seharusnya tidak terus membayar wanita itu.

Tim Terpadu Kota Batam Tertibkan Bangunan Ilegal di Kurahan Sei Binti

“Ini tidak akan pernah berakhir. Biarkan polisi untuk menyelidiki. Pada April tahun ini, ada lima kasus yang dilaporkan kepada saya, yang melibatkan jumlah total RM99.305 (Rp339 juta),” pungkasnya.

Artikel ini telah terbit di Rakyatku.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement