PROBATAM.CO, Karimun – Di tangan Edy Kurniawan warga Kampung Baru, Sei Nibung Kecamatan Kundur Utara, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, limbah plastik dan barang bekas lainnya disulap menjadi kerajinan tangan yang mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Pria kelahiran Urung 19 Desember 1987 ini mengaku memiliki ide untuk menyulap sampah menjadi kerajinan tangan, pada saat ia melihat banyaknya sampah limbah plastik yang berserakan di jalanan.
Melihat banyaknya limbah plastik tersebut, ia berinisiatif untuk memungut limbah itu dan membawa pulang untuk dijadikan kerajinan tangan.
“Saya kadang jalan sore-sore pakai motor, melihat ada saja sampah limbah pelastik di jalan, saya bawa pulang dan iseng-iseng di rumah bikin miniatur untuk buang suntuk aja,” kata Edy Kurniawan kepada PROBATAM. CO, Kamis (30/1/2020).

Dengan bahan dasar berupa sandal jepit bekas, ember cat, sedotan plastik dan beberapa limbah lainnya, Edy mampu menciptakan kerajinan tangan dengan berbagai macam bentuk, baik kerajinan tangan berbentuk sepeda motor, mobil roda empat, rumah, dan berbagai miniatur lainnya.
Pria yang baru setahun lalu berhenti sebagai Pegawai Honorer Pemerintah kabupaten Karimun di Puskesmas Tanjungbatu itu mengaku bahwa, hasil kerajinan yang iya buat ternyata banyak menarik perhatian warga sekitar.
Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga sekitar yang memesan miniatur tersebut kepada Edy. “Saya iseng sih, tiba-tiba warga disini minta dibuatkan dengan model yang mereka mau, dan akhirnya saya buatkan,” ungkapnya.

Akibat ramainya yang memesan, Edy berniat menjajakan hasil kreasi tangannya ke masyarakat, dengan melalui Media Sosial Facebook. Setelah ia mencoba memposting, ternyata cukup ramai orang-orang yang tertarik dengan hasil karyanya itu.
Bahkan tidak hanya di seputaran wilayah Kabupaten Karimun saja, akan tetapi hasil karya dari limbah pelastik bekas ini sudah berhasil di jajakan sampai ke luar kota, seprti Bandung, Jakarta, Batam, Tanjungpinang dan masih banyak lagi.
“Alhamdulillah sudah sampai ke luar kota dan sampai juga ke Singapura dan Malaysia. Saya bangga hasil karya saya diminati orang-orang luar,” ungkapnya dengan rasa gembira.
Edy juga mengungkapkan berhenti sebagai Pegawai Honorer, lantaran penghasilan yang ia dapat saat menjadi pengrajin miniatur ini lebih menjanjikan. Bahkan omset yang didapat pernah hampir mencapai Rp7 juta lebih.

Saat ini ia hanya mampu mempromosikan hasil karyanya itu melalui Media Sosial (Medsos) seperti Instagram dan juga Forum Jual Beli (FJB) di Facebook.
Ia berharap agar pemerintah daerah ikut andil dalam mempromosikan hasil karyanya itu ke kota-kota luar, agar Kabupaten Karimun memilik lebih banyak kerajinan tangan yang mampu diandalkan oleh Pemerintah Daerah.
“Saya berharap agar dinas terkait ikut promosikan kerajinan tangan ini, saya sekarang kerjakannya serba sendiri, karena memang belum ada parten yang cocok. Kadi semoga pemerintah dapat ikut serta dalam mengembangka usaha kerajinan tangan di Kabupaten Karimun,” harapnya. (per).




Komentar