PROBATAM.CO, Tanjungpinang-
Kepala Bidang Ideologi dan wawasan Kebangsaan Kepri Hj Riawina mengikuti langsung Rakor Penanganan Covid -19
dan Persiapan Pilkada serentak bersama Sekda Kepri TS Arif Fadilah bersama Mendagri Tito Karnavian via teleconfrensi, Kamis (27/8/2020) siang, di ruang rapat lantai 4, kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang.
Rakor Pilkada serentak diadakan Kemendagri dengan narasumber Kepala BNPB/Ketua Satgas Covid 19 Doni Monardo, Kepala LKPP,BPKP, KPK, Bareskrim,Ketua KPU,dirjen Keuangan Perimbangan Daerah, diikuti kepala daerah se Indonesia atau yang mewakili via webinar. Berlangsung sejak pukul 09.00 hingga siang hampir 4 jam lebih dan dibuka langsung Mentri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Turut mendampingi mengikuti teleconfrence Plt Kabid Ketahanan Ekonomi Seni Budaya Indra Syahputra, Kasubid Ketahanan Ideologi Sugiarto Doso, Plt Kasubid Wawasan Kebangsaan Dasnil, Kepala Kominfo Kepri Zulhendri, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepri Cecep Y, Kepala PMD Dukcapil Kepri Sardison, Kepala Biro Ortal Ani Lindawati, Sekretaris PKK Kepri, Kabiro Humas Zulkifli, staff Humas dan Protokoler Kepri.
Doni Monardo dalam paparanya berharap untuk terus jaga jarak dan hindari kerumunan selanjutnya pesan ke pengurus PKK untuk terus sampaikan ke keluarga dan anak agar terus di ingatkan agar cuci tangan,pakai.masker.dan jaga jarak selalu.
Mendagri Tito menambahkan gerakan pembagian masker harus aktif. Jaringan PKK harus gerak se Indonesia juga unsur unsur yang lain.
Arahan Mendagri menekankan Pembagian masker diminta di sampaikan secara masiv sampai ke rt/rw baik melalui ibu-ibu PKK dan diminta inspektorat untuk selalu memantau pembagian masker ke masyarakat, pembagian masker tidak hanya seremonial semata.
Selanjutnya narasumber dari KPU disampaikan Arif Budiman yang mengatakan menetapkan pasangan calon 25 hari kedepan. Pendaftaran hanya bakal pasangan calon tidak pakai arak arakan tegasnya. Pada 29 Agustus lakukan simulasi aturan baru dan sosialisasi agar masyarakat tidak kwartir datang ke TPS dilakukan protokol secara ketat.
TPS akan dilakukan penyemprotan disekfektan, hindari Pemilih dan petugas bersentuhan langsung, untuk itu gunakan sarung tangan, KPPS Harus sehat sebelumnya akan dilakukan Rapid Tes.

Selanjutnya pada (26/9/2020) akan dimulai Kampanye Tatap muka akan dihindari dan dibatasi jumlahnya, dilakukan secara daring Kalau tak bisa juga dibeberapa daerah dilakukan secara ketat.
Usai paparan Bareskrim Polri, Narasumber berikutnya JAM Datun Kejagung. Ditutup narasumber dari Wakil Ketua KPK Alexander Marwata jangan menyalahgunakan bantuan daerah untuk kepentingan pribadi.
“Jangan menaruh naruh gambar calon kepala daerah dibantuan sosial tersebut hingga terkesan kesan bantuan tersebut bantuan calon dan KPK akan melakukan penindakan sekiranya masih membandel,” ujarnya mengingatkan.(sug)




Komentar