PROBATAM.CO, Batam – Terkait tenggelamnya Kapal King Richard X, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Batam, menjelaskan kronologi kecelakaan laut yang terjadi pada hari Minggu,13 Desember 2020 lalu.
Kapal Trailing Suction Hopper Dredger (TSHD) King Rhicard X GT 8779 berbendera Indonesia diakui memang sedang melakukan lego jangkar (Anchor) di perairan Batu Ampar sejak tanggal 9 Maret 2018.
Kepala KSOP Khusus Batam, Herwanto mengatakan pada hari Minggu, 13 Desember 2020, pihaknya menerima informasi dari perusahaan yang menjadi agen kapal, bahwasannya telah terjadi kecelakaan laut yakni kebocoran kapal di perairan Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Pihaknya pada saat itu juga langsung mengintruksikan kepada Kabid Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Penegakan Hukum dan jajarannya untuk segera aksi melakukan pemantauan dan melaksanakan langkah penyelamatan.
“Atas informasi tersebut, Kapal Patroli KNP 376 langsung bergerak kelokasi kecelakaan kapal di Perairan Tanjung Pinggir dengan koordinat 01.09.54. N / 103 56.87 E bergabung dengan KN Trisula, KN Rantos, KN Kalimashada KRI Beladau saat tiba dilokasi, telah mengalami kemiringan sekitar 5 derajat,” ujar Herwanto kepada awak media, Kamis (17/12/2020).
Ia menyebut, saat proses evakuasi, tim mengevakuasi empat orang crew kapal yang kemudian dibawa ke Kapl Patroli KNP 376 untuk dimintai keterangan
“Perusahaan agen kapal mendatangkan dua unit tugboat TB Hemingway 2400 dan TB Hemingway 3200 yang rencananya akan mengevakuasi menarik kapal tersebut kedarat,
kantor KSOP Khusus Batam juga berkoordinasi dengan Kantor Pangkapal PLP Tanjung Uban, untuk segera mengerahkan KN Trisula dan KNP 215 Jombio milik Pangkalan Tanjung Priok,” sebutnya.
Kemudian pada pukul 23.30 Wib kapal pun akhirnya tenggelam. Karena waktu tenggelam yang cukup singkat, tugboat pun juga disiapkan difungsi untuk mengantisipasi pencemaran minyak dilaut.
Kantor KSOP Khusus Batam bersama dengan Kantor Pangkalan PLP Tanjung Uban telah berkoordinasi VTS Batam, Kantor Distrik Navigasi Kelas I Tanjungpinang untuk menerbitkan Notice To Marine (NTM).
Kantor KSOP Khusus Batam mengkoordinasikan kapal, peralatan dan personil untuk melakukan penggulangan pencemaran minyak dilaut dengan melakukan Oil Boom.
Pada hari Senin, 14 Desember 2020, sekitar pukul 12.00 Wib, penanggulangan melalui penggelaran Oil Boom mulai dilaksanakan dengan melibatkan armada tambahan yaitu KN Trisula, KN Rantos dan KN Kalimasadha, serta meminta Kantor Distrik Navigasi Kelas I Tanjungpinang untuk memberikan penandaan (bouy) dilokasi kecelakaan.
Selanjutnya, pada hari Selasa, 15 Desember 2020 penanggulangan melalui penggelaran Oil Boom masih tetap dilanjutkan dengan tambahan Kapal Patroli KN Sarotama dan KN Alugara.
Dan, pada hari itu juga telah dilakukan penyelaman oleh tim penyelam dari PT Global Marine untuk melihat posisi kapal dan kondisi tangki Fuel Oil.
“Hasil penyelaman didapat bahwa posisi kapal telungkup serta ada kebocoran kecil Fuel Oil dari pipa,” ungkapnya.
Lalu, Tim Salvage menyiapkan menyiapkan perlengkapan untuk menutup kebocoran pada kapal tersebut.
Selanjutnya, pada hari Rabu, 16 Desember 2020, pimpinan kantor KSOP Khusus Batam dan instansi terkait lainnya mengadakan rapat untuk menyusun rencana aksi berikutnya, khususnya penanggulangan pencemaran laut.(Zel)




Komentar