PROBATAM.CO, Batam – Polda Kepulauan Riau (Kepri) mendorong insan pers terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat akurat, berimbang, dan konstruktif.
Pesan itu disampaikan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Dr Nona Pricillia Ohei saat menghadiri Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri di Balairung Sari Lantai 3 BP Batam, Jumat (18/9). Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum PWI Pusat Ahmad Munir, jajaran pengurus PWI Pusat, serta Ketua PWI Kepri.
“Komunikasi dan kolaborasi antara Polri dengan insan pers perlu terus kita jaga. Dengan kompetensi yang baik, informasi yang disampaikan kepada masyarakat diharapkan semakin akurat, berimbang, dan memberikan manfaat,” ujar Nona.
Baca Juga: Soal UKW, PWI Kepri: Wartawan Profesional Harus Terverifikasi
Dalam kegiatan tersebut, Nona juga menjadi narasumber pada materi Konferensi Pers dan Doorstop. Para peserta UKW tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teori, tetapi juga diberi kesempatan mempraktikkan proses wawancara secara langsung.
Peserta berlatih menghadapi narasumber, menyusun pertanyaan, menggali informasi, hingga menyampaikan hasil wawancara secara profesional. Materi berlangsung interaktif dengan simulasi yang menggambarkan situasi yang kerap ditemui wartawan saat mengikuti konferensi pers maupun doorstop.
Sesi tersebut juga menjadi ruang dialog antara Polri dan insan pers. Sejumlah hal terkait tugas jurnalistik hingga pemberitaan mengenai situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kepri, khususnya Kota Batam, turut dibahas.
Nona mengatakan, hubungan antara Polri dan media perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka serta kolaborasi yang baik. Menurutnya, kompetensi wartawan menjadi salah satu faktor penting dalam menghadirkan pemberitaan yang dapat memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat.
Ia juga mengajak insan pers ikut mengedukasi masyarakat untuk menjaga Kepulauan Riau tetap aman, nyaman, bersih, dan sehat.
“Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menciptakan kondisi yang kondusif,” katanya.
Menurut Nona, situasi keamanan yang terjaga tidak hanya memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi juga menjadi salah satu faktor pendukung bagi iklim usaha dan investasi di Kepri.
Karena itu, ia mengajak insan pers turut menggaungkan semangat “Secure Kepri, Secure Your Investment” melalui pemberitaan yang informatif, edukatif, dan konstruktif.
“Dengan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan konstruktif, mari kita bersama-sama menggaungkan semangat Secure Kepri, Secure Your Investment, sehingga Kepri semakin dipercaya sebagai daerah yang aman untuk masyarakat dan nyaman bagi dunia usaha dan investasi,” pungkasnya. (*)





Komentar