Beranda / Natuna / Jatim Terbanyak Terima WNI yang Diobservasi dari Natuna, Inilah Provinsi Asalnya?

Jatim Terbanyak Terima WNI yang Diobservasi dari Natuna, Inilah Provinsi Asalnya?

Ratusan WNI yang dipulangkan dari China diobservasi di Natuna, besok (15/2/2020) direncanakan mereka kembali ke daerah asalnya di tanah air. (photo: dokkemenkes/cnnindonesia)

PROBATAM. CO, Jakarta — Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mengatakan WNI yang dikarantina di Natuna, Provinsi Kepri, terkait Virus Corona paling banyak berasal dari Jawa Timur.

Diketahui, 238 WNI yang dipulangkan dari China rencananya akan dikembalikan ke daerahnya masing-masing pada 15 Februari setelah selesai menjalani masa observasi.

“Jawa Timur paling banyak,” kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK Agus Suprapto di kantornya, Jakarta, Kamis (13/2/2020), dilansir cnnindonesia.

Secara total, kata dia, ada 29 Provinsi yang akan menjadi tujuan para WNI itu. Sebelumnya, mereka akan diterbangkan dulu di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan menggunakan empat pesawat TNI.

Lebih lanjut, Agus memastikan pemerintah pusat sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan berbagai skenario saat para WNI ini tiba di tempat tujuan.

Kemah Bela Negara Kader Kadet RI Siliwangi Santri Camp 2026 Se Jabar-Banten Sukses Digelar

“Sudah (koordinasi) dengan Kemendagri dan sebagainya. Jadi hari ini juga dengan Kemendagri pemerintah perwakilannya atau penghubungnya sedang dikumpulkan bahkan ada grup dengan dinas-dinas kabupaten setempat menyiapkan diri,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Pusat Analisis Determinan Kesehatan Kementerian Kesehatan Pretty Multihartina memastikan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan di 29 Provinsi terkait kepulangan WNI ini.

“Iya. Pada tanggal 15 besok akan diperiksa lagi untuk jam 12 sesuai standar yang ditentukan, diperiksa maka itu sudah boleh pulang,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang didapat CNNIndonesia.com, ada 65 WNI yang diobservasi yang akan dipulangkan ke Jatim.

Wilayah lainnya yang memiliki banyak warga yang diobservasi di Natuna, Kepri di antaranya Kalimantan Utara (19 orang), DKI Jakarta (16 orang), Sulawesi Tengah (16 orang), Kalimantan Timur (15 orang), Aceh (13 orang), dan Jawa Tengah (10). Sementara, 22 daerah sisanya di bawah 10 orang.

Furqon dan Usman, Dua Santri Asal Cipanas Lebak Ingin Ikuti Jejak Jenderal Santri.

Berikut data lengkap provinsi asal ratusan WNI yang dievakuasi dari Provinsi Hubei, China

Aceh: 12 orang
Bali: 2 orang
Banten: 6 orang
Bengkulu: 2 orang
DI. Yogyakarta: 2 orang
DKI Jakarta: 12 orang
Gorontalo: 1 orang
Jakarta: 1 orang
Jambi: 5 orang
Jawa Barat 13: orang
Jawa Tengah: 9 orang
Jawa Timur: 68 orang
Kalimantan Barat: 4 orang
Kalimantan Selatan: 7 orang
Kalimantan Tengah: 4 orang
Kalimantan Timur: 14 orang
Kalimantan Utara: 21 orang
Kepulauan Riau: 2 orang
Lampung: 1 orang
NTB: 3 orang
Papua: 6 orang
Papua Barat: 8 orang
Riau: 6 orang
Sulawesi Barat: 2 orang
Sulawesi Selatan: 17 orang
Sulawesi Tengah: 2 orang
Sulawesi Tenggara: 4 orang
Sumatera Barat: 1 orang
Sumatera Selatan: 1 orang
Sumatera Utara: 2 orang

Sebelumnya untuk pemulangan para WNI tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membentuk tim khusus. Tito mengatakan tim pemulangan bakal dipimpin Dirjen Otonomi Daerah Akmal Malik. Tito menyatakan tim tersebut nantinya akan bertugas mengatur kepulangan seluruh WNI di Natuna ke daerah masing-masing.

Tak hanya itu, lanjut Tito, tim itu akan menjalin komunikasi dengan kepala daerah dan tokoh masyarakat setempat yang menjadi destinasi kepulangan WNI tersebut. “Supaya menerima mereka, karena mereka memang sehat begitu. Jadi dijamin ga ada corona virusnya,” kata Tito di Kantor Kemenko Perekonomian, jakarta, Kamis (13/2).

Tito berharap nantinya para kepala daerah maupun tokoh masyarakat setempat tak menganggap seluruh WNI yang selesai menjalani observasi di Natuna sebagai orang yang ‘bermasalah’ secara kesehatan. Sebab, kata dia, seluruh WNI yang menjalani observasi di Natuna dalam keadaan sehat, sehingga diharapkan tak terjadi salah paham saat para WNI itu pulang. (*)

Kepergian Sosok H. Zulmansyah Sekedang, Dunia Pers Kehilangan Seorang Terbaik

sumber:cnnindonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement