PROBATAM.CO, Jakarta – Bagi sosok Irjen Andap Budhi Revianto, gowes atau olah raga bersepeda merupakan hobby yang sudah menyatu ke jiwa raga, serta seakan tak terpisahkan pada diri pria yang kini menjabat Irjen Kemenkumham RI itu.
Buktinya, belum lama pindah dinas ke Jakarta, sebelumnya Kapolda Kepri ke 12 ini, saat berdinas di Kepri juga senantiasa gowes rutin, kadang sambil patroli bersepeda, disamping menjaga kesehatan dan stamina tubuh, ia juga mengisi waktu positif menjelang beduq buka puasa.
Di bulan puasa Ramadhan, bukanlah penghalang buat setiap orang untuk tetap berolahraga. Olahraga apa saja tentunya bisa dilakukan, baik di luar rumah maupun di dalam rumah. Hal itu juga dilakukan oleh Irjen Pol Andap Budhi Revianto yang hobi berolahraga bersepeda alias Gowes.
Sejak menjabat sebagai Kapolda Kepri selama dua tahun, hampir tiap hari selalu melihatnya Gowes melalui jalan tanah berbukit di kota Batam. Kini ia kembali menggalakkan hobby gowesnya di Jakarta, dengan hobi bersepeda, ia mencoba menularkan olahraga positif itu kepada setiap bawahannya di Kemenkumham RI.

Irjen Kemenkumham RI Irjen Pol Andap Budhi Revianto, bersama staf kementerian tersebut, yang hobby gowes, olahraga bersepeda menempuh jarak 45 KM mengitari ibukota negara, Jakarta, mulai dari Gedung Kementerian Hukum dan HAM hingga kediamannya, Jumat (15/5/2020).
Menurutnya, sehat itu sederhana, sambil mengajak menggerakkan tubuh dengan cara apapun olahraganya. Karena, kesehatan itu, kata Jenderal Bintang Dua yang dekat dengan awak media ini, bukanlah segalanya, tapi tanpa kesehatan, segalanya menjadi tidak ada berarti.
“Marilah kita gerakkan tubuh kita, apapun olah raganya. Kesehatan itu bukanlah segalanya, tapi tanpa kesehatan , segalanya menjadi tidak berarti. “Health is not everything, but without health, everything is nothing,” kata pria kekar yang pernah tiga kali menjabat Kapolda, yakni Kapolda Sulteng, Maluku dan Kepulauan Riau (Kepri).
Diakhirnya bincang-bincang bersama PROBATAM.CO, melalui handphone, pejabat Irjen Kemenkumham RI ini, juga tak henti-hetinya mengajak semua kalaangan bersatu melawan Covid-19 di tengah pandemi yang melanda negeri ini dan tidak pula mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa dan berbuka.
“Bersatu kita lawan Covid-19 Insyaa Allah kita semua disehatkan. Aaamiin yaa robbal’aalamiin. Selamat berbuka puasa. Semoga ibadah kita diterima Allah SWT,” tutup Andap Budhi Revianto yang mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Kepri selama bertugas di Negeri Segantang Lada.
Sebagaimana diketahui, Olahraga Sepeda menjadi pilihan populer banyak kalangan di negara saat ini, baik itu juannya untuk olahraga, transporatasi, maupun hanya untuk sekedar gaya- gayaan.
Namun terlepas dari itu dalam dunia bersepeda, sering sekali mendengar kata – kata ” GOWES ” nah tahukah sahabat steemians sekalian arti kata ” GOWES ” itu berikut penjelasan singkat dari saya.
Apa Itu Gowes?
Gowes adalah aktifitas mengayuh Pedal pada sepeda, dan orang jaman ” Now ” banyak menyebut kata Gowes daripada Mengayuh, munkin dikarnakan lebih simpel dan enak didengar, serta lebih gaul terdengar di telinga.
Dari mana asal kata Gowes??
Iseng- iseng ane googling untuk mencari tahu, dari mana asal kata Gowes tersebut dan apa arti sebenarnya. Ternyata baik di Wikipedia maupun kamus Bahasa Indonesia Online tidak mengenal kata itu.
Namun dari berbagai situs / blog saya dapatkan beberapa pendapat tentag istilah Gowes seperti ini.
1. Bahasa Gaul yang dipopulerkan oleh Indra Bekti dan Indie Bares. Namun itu ternyata kata Plesetan dari Yowes, yang diucapkan dua presenter itu dalam program acara ceriwis di Trans TV.
2. Gowes juga berasal dari bahasa jawa ” Genjot Ora genjot Wis Teles” atau artinya Dikayuh tidak dikayuh badanya basah.
3. Juga dari kata ” Goblok Gak Uwes- Uwes” Goblok ngak selesai – selesai , Goblok Terus- terusan.
4. Asal kata ” GOWES ” dalam bahasa Inggris (Go West ) artinya pergi kebarat.
Yah.. Mudah Mudahan suatu sata nanti ada yang bisa menjawab arti dari kata Gowes digunakan saat mendayuh sepeda.
Namun pada intinya apapun artinya semoga kegiatan bersepda yang kian marak akhir- akhir ini bukan hanya sekedar trend, tapi menjadi sebuah budaya yang akan berdampak positif pada lingkungan kita. (iin).




Komentar