PROBATAM.CO, Batam – Konflik antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat. Iran memperluas serangan ke sejumlah negara di kawasan Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, sekaligus menyatakan kembali menutup Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia pada Minggu (13/7).
Tutup Selat Hormuz
Sebelumnya, Iran juga menutup jalur pelayaran itu setelah melepaskan tembakan peringatan ke sebuah kapal yang disebut melintas di luar jalur yang diizinkan. Pada Minggu, Iran mengeklaim kembali melumpuhkan kapal lain di kawasan tersebut.
Amerika Serikat membantah Iran menguasai Selat Hormuz. Washington menegaskan armadanya tetap beroperasi untuk menjamin kebebasan navigasi di jalur strategis tersebut.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut, pihaknya telah menyerang sedikitnya 140 target militer Iran dalam operasi terbaru. Secara keseluruhan, lebih dari 300 sasaran disebut telah dihantam dalam tiga malam terakhir guna mengurangi kemampuan Iran menyerang kapal-kapal komersial.
Sebagai balasan, Garda Revolusi Iran mengeklaim menyerang pusat komando, radar, hanggar drone, hingga fasilitas pendukung militer Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk.
Eskalasi terbaru ini kembali mengancam keberlangsungan kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran yang ditandatangani bulan lalu. Kesepakatan itu sebelumnya diharapkan menjadi pintu masuk bagi pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian konflik melalui perundingan lanjutan.
Meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih membuka peluang dialog, ia sebelumnya menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir.
Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi dunia. Sebelum konflik memanas, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair global dikirim melalui perairan tersebut. Setiap gangguan di Selat Hormuz berpotensi memicu lonjakan harga energi dunia sekaligus meningkatkan tekanan inflasi global.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi tetap melanjutkan komunikasi diplomatik dengan Oman dan Pakistan yang selama ini menjadi mediator antara Teheran dan Washington.
Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda kedua pihak akan segera mencapai kesepakatan baru di tengah terus meningkatnya aksi saling serang.
Sumber : KUMPARAN





Komentar