PROBATAM.CO, Batam – Salah satu rivalitas paling bersejarah di Piala Dunia FIFA akan kembali tersaji saat Inggris dan Argentina kembali berhadapan dalam perebutan satu tempat di final Piala Dunia FIFA 2026.
FIFA
Inggris vs Argentina
Semi-final
Rabu, 15 Juli | Atlanta Stadium
Waktu kick-off
15:00 (Atlanta) | 20:00 (London) | 16:00 (Buenos Aires) | 16 Juli 02:00 (Jakarta)
Setelah nyaris mencapai final pada 1990 dan 2018, Inggris kini kembali hanya selangkah lagi dari penampilan kedua mereka di final Piala Dunia FIFA. Namun, yang menghadang langkah mereka kali ini adalah rival bebuyutan sekaligus juara bertahan, Argentina.
Inggris mengawali kiprah mereka di Piala Dunia FIFA 2026 dengan impresif setelah menang 4-2 atas Kroasia dalam laga pembuka Grup L. Setelah itu, mereka harus puas bermain imbang 0-0 melawan Ghana, sebelum memastikan diri lolos sebagai juara grup berkat kemenangan 2-0 atas Panama. Tim asuhan Thomas Tuchel menunjukkan daya juang luar biasa saat bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan RD Kongo pada Babak 32 Besar, lalu harus bekerja keras dengan bermain menggunakan 10 orang untuk menyingkirkan tuan rumah Meksiko pada Babak 16 Besar. The Three Lions kembali memperlihatkan mental tangguh di perempat final dengan bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Norwegia 2-1 berkat dua gol lagi dari andalan mereka, Jude Bellingham.
Lionel Messi langsung menunjukkan kelasnya saat Argentina memulai upaya mempertahankan gelar dengan kemenangan 3-0 atas Aljazair. Ia mencetak hat-trick untuk menyamai rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Tak lama kemudian, Messi menjadi pemegang rekor tunggal berkat gol-gol tambahan yang dicetaknya dalam kemenangan atas Austria dan Yordania. Ia juga kembali mencetak gol dalam dua kemenangan dramatis 3-2 atas Tanjung Verde pada Babak 32 Besar (setelah perpanjangan waktu) dan Mesir pada Babak 16 Besar. Tim asuhan Lionel Scaloni kembali membutuhkan 120 menit untuk memastikan tempat di semifinal ini, dengan Julian Alvarez dan Lautaro Martinez sama-sama mencetak gol pada babak perpanjangan waktu dalam kemenangan 3-1 atas Swiss di perempat final.
Inggris mencapai semifinal untuk kedua kalinya dalam tiga edisi terakhir Piala Dunia, setelah sebelumnya kalah 2-1 dari Kroasia melalui perpanjangan waktu pada Piala Dunia Rusia 2018. Sebelumnya, The Three Lions juga merasakan kekecewaan serupa di semifinal Piala Dunia Italia 1990 ketika dikalahkan Jerman Barat lewat adu penalti. Satu-satunya kesempatan lain mereka melangkah sejauh ini terjadi 60 tahun lalu, saat akhirnya keluar sebagai juara dunia. Harry Kane juga menjabat sebagai kapten ketika Inggris kalah dari Kroasia pada 2018. Setelah menjadi pencetak gol terbanyak pada turnamen tersebut, penyerang Bayern Munich itu kembali menjadi salah satu kandidat terkuat peraih Sepatu Emas adidas.
Inggris: Semua gol Harry Kane di Piala Dunia
Meski demikian, tim asuhan Tuchel bukan hanya bergantung kepada satu pemain. Kane mendapat dukungan yang sama produktifnya dari Jude Bellingham di lini depan. Keduanya sama-sama telah mencetak enam gol dari enam pertandingan, menjadikan ini pertama kalinya sebuah negara memiliki dua pemain yang sama-sama mencetak enam gol dalam satu edisi Piala Dunia. Marcus Rashford menjadi satu-satunya pemain Inggris lainnya yang sudah mencetak gol sejauh ini, sementara Anthony Gordon dan Bukayo Saka tetap menghadirkan ancaman di lini serang dengan masing-masing menyumbang tiga assist.
Sebagai juara dunia tiga kali, Argentina membidik status sebagai tim pertama yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia sejak Brasil pada 1962. La Albiceleste kini mencapai semifinal untuk keenam kalinya. Mereka memiliki rekor sempurna di fase ini dengan selalu lolos ke final dalam lima penampilan sebelumnya. Messi juga memainkan peran penting pada dua semifinal terakhir Argentina, yakni saat mengeksekusi penalti pertama dalam kemenangan adu penalti atas Belanda pada 2014, lalu membuka keunggulan lewat titik putih dalam kemenangan 3-0 atas Kroasia empat tahun kemudian.
Pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia itu kembali menjadi tumpuan serangan Argentina di Amerika Utara, tetapi keberhasilan mereka melangkah hingga di ambang sejarah merupakan hasil kerja kolektif tim. Tujuh pemain lainnya juga sudah mencatatkan nama di papan skor, sementara delapan pemain lain menyumbang assist. Di lini belakang, duet bek tengah Cristian Romero dan Lisandro Martinez kembali tampil kokoh dan penuh determinasi, sedangkan peraih Sarung Tangan Emas Piala Dunia 2022 Emiliano Martinez tetap menjadi sosok yang menakutkan di bawah mistar gawang.(rzl)





Komentar