PROBATAM.CO, Batam – Berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap Jenazah Hasan Afriandi ABK WNI kapal Ikan Cina yang meninggal, ditemukan ada tanda kekerasan oleh benda tumpul di bagian bibir, dada dan adanya luka memar.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kabiddokkes Polda Kepri, Kombes Pol Mohammad Harris.
“Dari hasil visum luar ada tanda kekerasan oleh benda tumpul, serta ditemukan penyakit menahun pada paru-paru, jantung, dan usus buntu,” paparnya, Jumat (10/7/2020) di Polda Kepri.

Untuk keseluruhan hasil pemeriksaan saat ini, Harris menyebut masih menunggu hasil Hispatologi Forensik.
“Ada korelasi antara kekerasan oleh benda tumpul dan penyakit menahun yang memberatkan sehingga menyebabkan korban meninggal dunia,” imbuhnya.
Sementara itu teman satu kapal Hasan, Jonathan mengatakan sering melihat Hasan mendapat perlakuan kasar dari mandor kapal.
“Pernah saya lihat dipukul punggungnya, pokoknya kami semua sering kena pukul, Hasan itu sebelumnya memang ada sakit tapi gak terlalu parah, tapi dipaksa kerja makin parah sakitnya sampai cuma bisa terbaring aja dikasur sebelum meninggal,” tutur Jonathan sedih.
Bahkan Hasan disebut tidak pernah diberi obat atau suplemen saat ia sakit.
“Pas udah mau dekat harinya mau meninggal baru di kasih minum susu sama mandornya, bahkan ketika dia meninggal kami kabarin ke mereka, mereka malah bilang ‘bagus’,” ucapnya.
Sementara itu, saat ini teman dekat Hasan yang memang sama-sama berasal dari Lampung saat ini tengah dimintai keterangan oleh Ditreskrimum Polda Kepri.(zel)




Komentar