Beranda / Kuansing / Hidup Sebatang Kara, Dalam Kondisi Lumpuh Kakek Ini Menangis Saat Terima Bantuan Beras

Hidup Sebatang Kara, Dalam Kondisi Lumpuh Kakek Ini Menangis Saat Terima Bantuan Beras

PROBATAM.CO, Kuansing- Tangis Kakek Cari (80), pecah karena tak bisa menahan tangis ketika menerima bantuan paket sembako dari Yulhendri, salah seorang pengusaha asal Desa Sawah, Teluk Kuantan.

Cari adalah warga Desa Inuman, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuansing. Ia tinggal sendirian sejak beberapa tahun lampau. Dengan kondisi lumpuh, ia hanya bisa terbaring lemas.

Kini, ia harus hidup sebatang kara di usianya yang sudah senja. Tak ada kerabat yang dapat membantunya. Untuk makan sehari hari, ia hanya mengharapkan belas kasihan orang lain.

“Terimakasih banyak, Nak, bantuan ini sangat berharga bagi atuk,” ucap Kakek Cari saat menerima bantuan lima karung beras dari Hendri Chaniago selaku pihak yang mewakili Yulhendri di Hulu Kuantan.

Tidak hanya kakek Cari, Nek Taurai (79) juga mendapatkan bantuan serupa. Dua kakek nenek ini mengalami nasib yang sama.

Amsakar Ajak Warga Batam Asal Aceh Jaga Harmoni Lewat Tablig Akbar PERMASA

Nek Taurai tinggal tak jauh dari rumah Kakek Cari. Ia mengalami kebutaan. Secara fisik, kondisi Nek Taurai agak sedikit sehat ketimbang, Kakek Cari. Ia masih bisa berdiri, namun tidak bisa melihat.

Sehari hari, Taurai numpang hidup bersama kerabatnya. Kebutaan itu ia alami sejak beberapa tahun lalu.

Sekretaris Desa Inuman, Icon yang ikut mendampingi pembagian bantuan itu mengucapkan terimakasih. Karena kebaikan salahseorang pengusaha itu, kini warga desanya yang kurang beruntung itu bisa tersenyum.

“Kami sangat mengucapkan ribuan terimakasih atas bantuan yang diberikan kepada warga kami ini,” ucapnya.

Usai memberikan bantuan di Desa Inuman, bantuan serupa juga diberikan kepada sejumlah warga di Desa Koto Kombu. Didesa itu juga ada salahseorang nenek tua yang hidup sebatang kara.

Kemah Bela Negara Kader Kadet RI Siliwangi Santri Camp 2026 Se Jabar-Banten Sukses Digelar

Namanya Nek Siya (83). Ia juga mengalami kebutaan. Kondisi seperti itu telah ia jalani sejak puluhan tahun lalu. Saat ditemui dirumahnya, Selasa (5/5/20), ia terlihat lemas. Menurut pengakuannya, nenek yang rajin ke Surau ini dalam kondisi sakit.

Saat menerima bantuan siang tadi, hanya sepatah dua kata suaranya terdengar. “Terimakasih ya, maaf saya lagi demam. Maklum sudah tua,” ucapnya lirih.

Sementara itu, Yulhendri menjelaskan bahwasanya pemberian bantuan tersebut merupakan bagian dari bentuk kepeduliannya sesama warga.

Selain menunjukan bentuk sokongan terhadap pemerintahan Mursini, ia cukup merasakan penderitaan warga yang kurang mampu disaat wabah corona melanda.

Tidak hanya para lansia, bantuan hari ini juga kepada sejumlah anak yatim piatu.

Furqon dan Usman, Dua Santri Asal Cipanas Lebak Ingin Ikuti Jejak Jenderal Santri.

Sementara itu, Yulhendri sendiri menyebutkan, bantuan ini merupakan bentuk respon, atas ajakan pemerintah baik perorangan maupun perusahaan supaya peduli dengan situasi sekarang.

“Pihak pemerintah perlu kita suport, karena ini masalah bersama, sebab wabah ini bukan kita yang mengkehendaki, tapi murni bencana, maka kita tidak ingin Bupati berjuang sendirian, untuk itu perlu kita dukung,” beber Yulhendri.

Bentuk dukungan itu kata Yulhendri, beragam polanya dan tidak hanya berupa materi, medukung kebijakan pemerintah pun, menurutnya sudah membantu.

“Dalam hal ini kita patut memberikan apresiasi kepada Bupati, karena hadir ke tengah – tengah masyarakat disaat wabah melanda, padahal ini jelas mengancam keselamatannya, namun ia tetap memberikan rasa nyaman bagi masyarakatnya,” ungkap Yulhendri.

Lebih jelasnya kata Yulhendri, terlepas dulu dari kepentingan Politik, secara pribadi ia menilai Bupati lebih mengutamakan keselamatan masyarakat, karena upayanya yang begitu konkrit menekan penyebaran wabah Covid – 19 di Kuansing.

“Alhamdulillah dari informasi yang kita pantau melalui media, belum ada masyarakat kita terpapar Corona, muda – mudahan jangan sampai ada, dan upaya yang dilakukan Bupati kita harapkan dapat menyelamatkan masyarakat dari wabah ini,” pungkasnya.

Yulhendri sendiri pun bertekad kalau ada rezeki lagi akan terus bersedekah untuk membantu program pemerintah.

“Walau pun satu karung kita bersedekah berarti sudah menyadari himbauan pemerintah agar hidup bermasyarakat sudah bagian dari taqwa kepada yang kuasa,” tutupnya.

Kontan, langkah positif yang dilakukan oleh pria yang pernah jadi PNS ini, mendapat respon baik dari berbagai kalangan, karena kepedulian dengan situasi saat ini, ia juga mendapat pujian dari bupati, sehingga bupati mendoakan dia agar diberi kesehatan dan rizki yang melimpah. (hdr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement